Pada Jumat (25/7/2025) pagi, sebuah kecelakaan beruntun terjadi di lampu merah Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur. Sebuah truk kontainer diduga mengalami rem blong hingga menabrak belasan kendaraan. Kejadian ini memicu kemacetan parah dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas.
Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Pulogadung, AKP Gede Oka, menjelaskan bahwa truk kontainer tersebut tidak bisa menguasai pengeremannya saat mendekati lampu merah. “Saatt ditekan pedal rem, itu ngelos. Pengemudi membanting setir ke kanan dan menabrak banyak kendaraan,” ujarnya. Belasan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini terdiri dari sembilan mobil roda empat dan lima sepeda motor.
Salah satu korban, Edi, mengatakan bahwa truk kontainer meluncur tanpa kendali dan menabrak banyak kendaraan di depannya. “Kita lagi lampu merah, tiba-tiba mobil kontainer itu datang dari belakang. Ada sekitar lima mobil dan sepuluh motor yang kena, tapi kurang tahu jelas pastinya. (Pengemudi) motor-motor sih banyak yang luka-luka,” kata Edi.
Saat ini, seluruh kendaraan yang terlibat telah dievakuasi ke Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Wilayah Jakarta Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Kondisi lalu lintas sempat tersendat dan ramai akibat kecelakaan beruntun tersebut. Beberapa petugas turut mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak mengular.
Polisi masih memeriksa sopir kontainer dan menyelidiki penyebab teknis rem blong tersebut. Kecelakaan ini menjadi perhatian serius bagi pengguna jalan dan aparat kepolisian setempat.

Kemacetan horor yang terjadi di jalan seputar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Tol Bali Mandara pada 29 Desember 2023 kembali dibahas. Korlantas Mabes Polri turun tangan untuk mengatasi masalah kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Berbagai solusi baik jangka pendek, menengah, hingga panjang disiapkan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. Berbagai solusi ini dibuka ke publik sesuai adanya rapat dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Jasa Raharja, dengan berbagai stakeholder lalu lintas dan bandara.

Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan menjelaskan bahwa solusi jangka pendek akan dilakukan pengaturan lalu lintas di dalam Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Nantinya tidak ada crossing antara kendaraan yang masuk ke bandara dengan kendaraan lain. Selain itu, pihak Bandara Ngurah Rai juga menyiapkan pemindahan tempat untuk mobil taksi yang ada di dekat bandara. Tempat mangkal taksi ini dipindahkan agar tidak mengganggu akses keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Solusi jangka pendek juga disiapkan di berbagai ruas jalan dekat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Solusi jangka pendek dilakukan dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas antara Polri bersama stakeholder lalu lintas lainnya. Aan mengungkapkan rekayasa lalu lintas yang dilakukan sudah terbukti dapat mengurai kemacetan saat kemacetan horor terjadi.
Untuk jangka menengah, Korlantas Polri bakal mengusulkan adanya rekayasa lalu lintas permanen di berbagai ruas jalan. Aan menyebut harus ada regulasi untuk mempermanenkan rekayasa lalu lintas tersebut. Sementara untuk solusi jangka panjang adalah pembuatan akses khusus dari Tol Bali Mandara ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Aan mengatakan bahwa solusi jangka panjang ini disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
“Sehubungan dengan informasi dari provinsi, itu akan membuat akses khusus dari tol ke bandara. Nanti akses ini apakah underpass atau membuat jalan baru, ini dari provinsi nanti akan menyiapkan solusi dan langkahnya,” tutur Aan.
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jakarta Timur dan kemacetan parah di sekitar Bandara Ngurah Rai menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat tentang keselamatan berkendara serta upaya pemerintah dalam mengatasi masalah lalu lintas. Dengan adanya solusi yang terstruktur dan kolaborasi antar lembaga, diharapkan kondisi lalu lintas di Indonesia dapat terus diperbaiki.