
Mabestvnews, Jakarta : Dunia pendidikan Indonesia kembali memperoleh kontribusi penting melalui terbitnya buku terbaru karya Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd. berjudul Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era Kecerdasan Buatan: Integrasi Teknologi dan Tantangan Etika dalam Pengelolaan Sekolah Modern. Buku ini hadir sebagai respons terhadap perubahan besar yang tengah berlangsung di sektor pendidikan akibat pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk proses pembelajaran, administrasi sekolah, evaluasi pendidikan, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Perubahan tersebut menuntut kepala sekolah tidak hanya memiliki kemampuan manajerial yang kuat, tetapi juga kepemimpinan yang adaptif, visioner, serta mampu mengelola pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Melalui buku ini, Dr. Iswadi menawarkan perspektif komprehensif mengenai bagaimana kepala sekolah dapat memimpin lembaga pendidikan di tengah era digital tanpa mengabaikan nilai nilai kemanusiaan, etika, dan karakter pendidikan. Buku ini mengulas berbagai strategi kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman, mulai dari transformasi digital sekolah, penguatan budaya inovasi, pemanfaatan AI dalam tata kelola pendidikan, hingga tantangan etis yang muncul akibat penggunaan teknologi cerdas.
Menurut Dr. Iswadi, perkembangan kecerdasan buatan bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan apabila dikelola secara bijaksana.
Teknologi kecerdasan buatan tidak dapat dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana kepala sekolah mampu menjadi pemimpin yang memahami teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai nilai etika, profesionalisme, dan kemanusiaan dalam setiap kebijakan yang diambil, ujar Dr. Iswadi.
Buku ini juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua perlu membangun literasi digital yang memadai agar pemanfaatan AI benar-benar memberikan manfaat optimal bagi peningkatan mutu pendidikan. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu membangun ekosistem sekolah yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain membahas aspek teknis pemanfaatan AI, buku ini memberikan perhatian besar terhadap isu-isu etika, seperti perlindungan data pribadi, keamanan informasi, transparansi penggunaan teknologi, potensi bias algoritma, integritas akademik, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan penguatan karakter peserta didik. Pembahasan tersebut menjadi semakin relevan mengingat semakin luasnya penggunaan berbagai aplikasi berbasis AI dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.
Dr. Iswadi menjelaskan bahwa kepemimpinan pendidikan pada era digital tidak lagi cukup hanya menguasai administrasi sekolah. Seorang kepala sekolah harus mampu menjadi inovator, komunikator, fasilitator perubahan, sekaligus pengambil keputusan yang berbasis data dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Buku Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era Kecerdasan Buatan disusun berdasarkan kajian akademik, hasil penelitian, serta pengalaman praktis yang dipadukan dengan dinamika transformasi pendidikan global. Dengan bahasa yang sistematis dan mudah dipahami, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dosen, mahasiswa, pemerhati pendidikan, serta para pengambil kebijakan dalam merancang tata kelola pendidikan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Terbitnya buku ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia menuju sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, integritas, dan nilai nilai kebangsaan.
Di tengah semakin cepatnya perkembangan teknologi digital, kehadiran buku ini diharapkan mampu memberikan panduan praktis sekaligus refleksi akademik mengenai arah kepemimpinan sekolah di masa depan. Kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa setiap inovasi yang diterapkan tetap berpihak pada kepentingan peserta didik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan beretika.
Melalui karya terbarunya ini, Dr. Iswadi kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan dan peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah di Indonesia. Buku ini diharapkan menjadi salah satu referensi penting bagi para pemimpin pendidikan dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0, di mana kecerdasan buatan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengelolaan pendidikan.
Dengan terbitnya Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era Kecerdasan Buatan: Integrasi Teknologi dan Tantangan Etika dalam Pengelolaan Sekolah Modern, Dr. Iswadi mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama sama membangun budaya kepemimpinan yang inovatif, adaptif, berintegritas, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi demi terwujudnya pendidikan Indonesia yang unggul, berdaya saing global, dan tetap berlandaskan nilai nilai kemanusiaan.##







