Setiap perjalanan besar selalu memiliki titik awal. Bagi Dr. Iswadi, M.Pd., salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut bermula dari bangku SMA Negeri 1 Muara Tiga. Di sekolah inilah ia pernah menjalani masa sebagai siswa sekaligus dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Bagi siswa yang kini dipercaya menjadi Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Muara Tiga, kisah tersebut memiliki arti tersendiri. Sosok yang dahulu berada di posisi yang sama kini telah menapaki perjalanan panjang di dunia pendidikan dan akademik. Dr. Iswadi, M.Pd. saat ini menjalankan kiprahnya sebagai Dosen Magister Pendidikan Dasar Universitas Esa Unggul Jakarta.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa pengalaman selama menjadi siswa dapat memberikan fondasi penting bagi kehidupan seseorang. Menjadi Ketua OSIS bukan hanya tentang memimpin sebuah organisasi, tetapi juga tentang belajar menerima amanah, bekerja sama, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai tantangan.
Bagi seorang siswa, tanggung jawab sebagai Ketua OSIS tentu memberikan pengalaman yang berbeda dari kegiatan belajar di ruang kelas. Seorang ketua dituntut mampu membangun komunikasi dengan teman teman, mendengarkan aspirasi, mengatur kegiatan, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
Pengalaman organisasi seperti itulah yang dapat membentuk karakter kepemimpinan. Seorang siswa belajar bahwa memimpin bukan berarti selalu berada di depan atau memberikan perintah. Memimpin juga berarti mampu mendengarkan, memahami keadaan, menghargai perbedaan, dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.
Nilai nilai tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman Dr. Iswadi ketika menjalankan amanah sebagai Ketua OSIS. Dari lingkungan sekolah, ia memperoleh ruang untuk belajar tentang tanggung jawab dan kepemimpinan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang yang terus berkembang setelah ia menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
Bagi Ketua OSIS SMA Negeri 1 Muara Tiga saat ini, perjalanan tersebut terasa dekat dengan kehidupan yang sedang dijalani. Tanggung jawab sebagai Ketua OSIS terkadang menghadirkan berbagai tantangan. Ada kegiatan yang membutuhkan persiapan, keputusan yang harus diambil, perbedaan pendapat yang perlu diselesaikan, hingga tuntutan untuk tetap mampu membagi waktu antara organisasi dan pendidikan.
Dari pengalaman tersebut muncul sebuah kesadaran bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dapat diperoleh secara instan. Kepemimpinan tumbuh melalui proses dan pengalaman.
Bagi kami, kisah Dr. Iswadi menjadi inspirasi bahwa pengalaman selama menjadi siswa, termasuk ketika aktif dalam OSIS, dapat menjadi bekal untuk perjalanan yang lebih panjang. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi awal dari sesuatu yang besar di masa depan,demikian refleksi Ketua OSIS SMA Negeri 1 Muara Tiga.
Perjalanan akademik Dr. Iswadi kemudian terus berkembang. Setelah melewati berbagai tahapan pendidikan dan pengembangan diri, ia berhasil meraih gelar doktor. Kiprahnya di bidang pendidikan pun terus berlanjut hingga berada di lingkungan perguruan tinggi.
Saat ini, Dr. Iswadi, M.Pd. merupakan Dosen Magister Pendidikan Dasar Universitas Esa Unggul Jakarta. Perannya sebagai akademisi menunjukkan kesinambungan perjalanan beliau di bidang pendidikan, dari pengalaman sebagai siswa hingga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan tinggi.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. Seseorang tidak hanya belajar dari buku dan ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman organisasi, lingkungan sosial, tanggung jawab, serta berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang perjalanan hidup.
Bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Muara Tiga, kisah tersebut menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana sekolah dapat menjadi tempat tumbuhnya berbagai potensi. Sekolah bukan hanya tempat siswa memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
OSIS memiliki peran penting dalam proses tersebut. Melalui organisasi, siswa belajar bekerja dalam tim, mengatur kegiatan, menyampaikan gagasan, menghargai pendapat orang lain, mengelola waktu, serta menyelesaikan persoalan secara bersama sama.
Dari perspektif Ketua OSIS saat ini, perjalanan Dr. Iswadi memberikan pelajaran bahwa jabatan hanyalah awal dari sebuah tanggung jawab. Seorang pemimpin tidak dinilai semata mata dari posisi yang pernah didudukinya, tetapi dari proses yang dijalani dan manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.
Kisah tersebut juga menjadi dorongan bagi para siswa untuk berani mengambil kesempatan. Menjadi pengurus OSIS tidak seharusnya dipandang hanya sebagai pengalaman selama masa sekolah. Lebih dari itu, organisasi dapat menjadi tempat untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Setiap rapat, kegiatan, keputusan, bahkan persoalan yang muncul dalam organisasi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran. Dari sanalah siswa belajar bahwa keberhasilan membutuhkan kerja sama, ketekunan, kedisiplinan, dan keberanian untuk bertanggung jawab.
Perjalanan Dr. Iswadi, M.Pd. memperlihatkan bagaimana sebuah langkah yang dimulai dari sekolah dapat berkembang menjadi perjalanan akademik dan pengabdian yang panjang. Dari pengalaman sebagai Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Muara Tiga, ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga akhirnya mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai Dosen Magister Pendidikan Dasar Universitas Esa Unggul Jakarta.
Bagi siswa yang kini sedang menjalankan amanah sebagai pengurus OSIS, kisah tersebut menyampaikan pesan yang sederhana namun bermakna: jangan takut untuk memulai, jangan takut menerima tanggung jawab, dan jangan pernah berhenti belajar.
Sebab, tidak ada yang dapat memastikan ke mana sebuah langkah kecil akan membawa seseorang. Pengalaman yang hari ini terlihat sederhana bisa saja menjadi fondasi bagi perjalanan besar di masa depan.
Bagi Ketua OSIS SMA Negeri 1 Muara Tiga, jejak Dr. Iswadi menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki kesempatan untuk menuliskan kisahnya sendiri. Jika dahulu beliau memulai perjalanan kepemimpinannya dari OSIS, maka generasi hari ini pun memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menciptakan jejaknya sendiri.
Dari ruang kelas, menuju organisasi. Dari organisasi, belajar memimpin. Dari kepemimpinan, tumbuh keberanian. Dan dari keberanian untuk terus belajar, lahirlah perjalanan panjang menuju ilmu dan pengabdian.##

