Mabestvnews, Jakarta : Akademisi dan pemerhati pendidikan, Dr. Iswadi, M.Pd, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Jakarta Convention Center (JCC). Menurutnya, forum yang mempertemukan ribuan rektor, dekan, guru besar, ilmuwan, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor ini merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi Indonesia sebagai negara maju yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Dr. Iswadi menilai arahan Presiden Prabowo yang menempatkan perguruan tinggi sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi nasional merupakan kebijakan yang visioner dan relevan dengan tantangan global saat ini. Perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga harus menjadi pusat lahirnya inovasi, penelitian terapan, serta solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Kita menyambut baik komitmen Presiden Prabowo yang memberikan perhatian besar kepada dunia pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan teknologi. Harapan kami, arahan yang telah disampaikan dalam Sarasehan KSTI 2026 tidak berhenti sebagai gagasan besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten, berkelanjutan, dan didukung oleh seluruh elemen bangsa,”ujar Dr. Iswadi.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang luar biasa, terutama para guru besar, dosen, peneliti, dan mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi. Potensi tersebut harus dikelola melalui ekosistem riset yang sehat dengan dukungan anggaran yang memadai, regulasi yang sederhana, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan tinggi.
Dr. Iswadi juga memberikan apresiasi terhadap penyampaian Presiden Prabowo yang berdialog secara mendalam selama kurang lebih lima jam bersama para akademisi. Menurutnya, durasi tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendengarkan berbagai pandangan, gagasan, serta masukan dari kalangan perguruan tinggi mengenai arah pembangunan nasional.
Dialog yang panjang dan substansial seperti ini menjadi simbol bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas dengan dunia akademik. Tradisi dialog ilmiah perlu terus dipelihara agar setiap kebijakan pembangunan memiliki landasan akademik yang kuat, katanya.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi berharap pemerintah dapat mempercepat implementasi berbagai hasil pembahasan dalam forum tersebut. Salah satu langkah penting adalah memperkuat hilirisasi hasil riset sehingga berbagai inovasi yang dihasilkan kampus tidak berhenti dalam bentuk publikasi ilmiah, tetapi mampu menjadi produk, teknologi, dan industri yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Dr. Iswadi mendukung penuh rencana pemerintah membangun sepuluh kampus kedokteran dan sains berstandar internasional. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.
Harapan kita pembangunan kampus kampus tersebut juga memperhatikan pemerataan wilayah sehingga akses terhadap pendidikan berkualitas tidak hanya terkonsentrasi di kota kota besar. Indonesia membutuhkan pusat pusat keunggulan akademik di berbagai daerah agar potensi lokal dapat berkembang secara optimal, jelasnya.
Ia juga berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan dosen, peneliti, tenaga kependidikan, dan para ilmuwan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan proses pendidikan dan penelitian.
Dalam hal tersebut, Dr. Iswadi mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menyambut ajakan Presiden Prabowo dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Kampus perlu memperkuat budaya riset, meningkatkan kerja sama dengan dunia industri, memperluas kemitraan internasional, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global tanpa kehilangan karakter kebangsaan.
Kampus harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dunia pendidikan tinggi harus semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, transformasi digital, energi terbarukan, ketahanan pangan, kesehatan, dan berbagai sektor strategis lainnya,ungkapnya.
Dr. Iswadi optimistis bahwa apabila pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat mampu berjalan dalam satu visi yang sama, Indonesia akan memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan manusia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan inovasi. Oleh karena itu, ia berharap semangat yang lahir dari Sarasehan KSTI 2026 menjadi titik awal lahirnya berbagai kebijakan konkret yang mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju.
Atas nama insan akademik, kita menyampaikan harapan agar komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan industri terus diwujudkan secara nyata. Kami percaya bahwa dengan kepemimpinan yang kuat, dukungan seluruh akademisi, serta kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bangsa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global, tutup Dr. Iswadi.##

