
Mabestvnews, Jakarta : Di tengah perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan buruh, akademisi dan pemerhati pendidikan Dr. Iswadi menyampaikan desakan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Kesejahteraan Guru. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dan mendesak guna memperbaiki kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.
Dalam pernyataannya, Dr. Iswadi menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Tanpa kesejahteraan yang memadai, sulit mengharapkan para pendidik dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Ia menilai bahwa selama ini perhatian terhadap guru masih belum sebanding dengan peran besar yang mereka emban.
Ketika kita berbicara tentang kemajuan bangsa, maka kita tidak bisa mengabaikan peran guru. Mereka adalah ujung tombak dalam mencetak generasi masa depan. Oleh karena itu, kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama, sejajar dengan perhatian terhadap sektor lain seperti buruh,ujar Dr. Iswadi.
Ia juga menyoroti kesenjangan kesejahteraan yang masih dirasakan oleh banyak guru, terutama guru honorer dan tenaga pendidik di daerah terpencil. Banyak dari mereka yang masih menerima penghasilan jauh di bawah standar kelayakan, bahkan harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menurut Dr. Iswadi, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi guru, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran di kelas. Guru yang terbebani secara ekonomi cenderung mengalami penurunan fokus dan motivasi dalam mengajar.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi menjelaskan bahwa penerbitan Keppres Kesejahteraan Guru dapat menjadi landasan hukum yang kuat untuk memperbaiki sistem penggajian, tunjangan, serta perlindungan sosial bagi para pendidik. Keppres ini diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai kebijakan yang selama ini berjalan secara parsial dan belum menyentuh seluruh lapisan guru.
Keppres ini bukan hanya soal menaikkan gaji, tetapi juga menciptakan sistem yang adil, transparan, dan berkelanjutan. Guru harus mendapatkan jaminan kesehatan, pensiun, serta perlindungan kerja yang layak, tambahnya.
Dr. Iswadi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait, organisasi profesi guru, serta masyarakat luas, untuk mendukung upaya ini. Ia menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan guru bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan komitmen bersama dalam membangun masa depan bangsa.
Dalam konteks global, banyak negara yang telah membuktikan bahwa investasi pada kesejahteraan guru berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Negara negara dengan sistem pendidikan terbaik umumnya memberikan perhatian besar terhadap status sosial dan ekonomi para pendidiknya.
Indonesia tidak boleh tertinggal. Jika kita ingin bersaing di tingkat global, maka kita harus mulai dari memperkuat fondasi pendidikan kita, dan itu dimulai dari guru,tegas Dr. Iswadi.
Ia juga berharap Presiden Prabowo dapat menjadikan isu ini sebagai bagian dari agenda prioritas nasional. Momentum awal pemerintahan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan terobosan kebijakan yang berdampak luas dan jangka panjang.
Di akhir pernyataannya, Dr. Iswadi menyampaikan optimisme bahwa pemerintah akan mendengarkan aspirasi ini dan mengambil langkah konkret dalam waktu dekat. Ia percaya bahwa dengan komitmen yang kuat, kesejahteraan guru di Indonesia dapat ditingkatkan secara signifikan.
Ini adalah investasi masa depan. Ketika guru sejahtera, maka pendidikan akan berkualitas, dan pada akhirnya bangsa ini akan menjadi lebih maju dan berdaya saing, pungkasnya.
*Tentang Dr. Iswadi*
Dr. Iswadi adalah akademisi dan pengamat pendidikan yang aktif menyuarakan berbagai isu strategis terkait kebijakan pendidikan di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari pembangunan nasional.##






