Mabestv.newzs.id, – Bireuen, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen menyatakan kemarahan dan sikap tegas atas beredarnya isu yang menyebut adanya ancaman pemecatan Keuchik oleh camat maupun Bupati Bireuen. APDESI menilai isu tersebut sebagai fitnah keji, tidak berdasar, dan sengaja dimainkan untuk mengadu domba serta melemahkan pemerintahan gampong.
Wakil Ketua APDESI Bireuen, Khairi, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun laporan resmi dari Keuchik di Kabupaten Bireuen yang menyebut adanya ancaman, tekanan, atau intimidasi dari pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten.
“APDESI sangat murka dengan isu ini. Kami tegaskan secara terbuka, isu ancaman pemecatan Keuchik adalah fitnah keji dan hoaks. Tidak pernah ada camat yang mengancam Keuchik, dan tidak ada kebijakan atau arahan apa pun yang mengarah pada pemecatan Keuchik seperti yang diisukan,” tegas Khairi.
Menurutnya, isu tersebut bukan sekadar kabar liar, melainkan narasi provokatif yang berbahaya, sengaja disebarkan untuk menciptakan ketakutan, keresahan, dan merusak soliditas aparatur gampong, terlebih di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Khairi juga membantah keras dan menolak isu yang menyeret nama Bupati Bireuen, Hj. Mukhlis, S.T., seolah-olah terlibat dalam ancaman terhadap Keuchik.
“Menyeret nama Bupati dalam isu ini adalah tindakan tidak bertanggung jawab dan sarat kepentingan politik. Hubungan antara Bupati, APDESI, dan para Keuchik selama ini berjalan baik, harmonis, dan komunikatif. Isu ini jelas bermuatan adu domba,” ujar Khairi.
Ia menilai penyebaran isu semacam ini sangat berpotensi melemahkan mental, fokus, dan kinerja aparatur gampong, yang saat ini justru dituntut bekerja ekstra dalam melayani masyarakat dan menangani persoalan di lapangan.
Khairi mengimbau seluruh Keuchik di Kabupaten Bireuen agar tidak terprovokasi, tetap tenang, dan menjaga komunikasi melalui jalur organisasi.
“Jika ada persoalan, sampaikan secara resmi melalui APDESI. Jangan percaya isu tanpa sumber yang jelas. Jangan beri ruang bagi fitnah dan adu domba,” katanya.
Keuchik khairi juga mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dan kritis dalam menyikapi setiap informasi, khususnya yang beredar luas di media sosial.
“APDESI juga menolak segala bentuk isu yang meresahkan Keuchik dan perangkat gampong. Hingga hari ini, tidak ada satu pun laporan resmi terkait ancaman pemecatan Keuchik. Isu ini murni fitnah,” pungkas Khairi.##