MaTA : DPRK Bireuen Kehilangan Fungsi
BIREUEN – Perbedaan pernyataan antar anggota DPRK Bireuen terkait kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen yang ramai didiskusikan diruang publik hari ini bukan lagi sekadar perbedaan pandangan politik biasa, tetapi sudah menyentuh soal marwah dan independensi lembaga legislatif.
Mereka kehilangan fungsi dan mandat yang harus mareka perjuangkan. Kabupaten Biereun salah satu daerah mengalami bencana ekologis yang parah dan sampai hari ini belum mampu keluar dari penderitaan para korban.
Hal itu dikatakan Alfian, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) melalui rilisnya kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Dikatakan Alfian, sayangnya DPRK malah seperti tidak terjadi apa-apa dan ini menjadi catatan bagi publik. Mereka tidak perduli dan mareka hanya mengejar rente dan memangan sifat angguk kepada penguasa daerah.
Kemudian publik bisa menilai, sangat aneh ketika di tengah banyaknya catatan kritis dalam laporan Pansus LKPJ, masih ada pihak yang terkesan sibuk membangun citra seolah pemerintahan daerah berjalan tanpa masalah berarti dan ini tidak boleh di biarkan. publik perlu mencatat, siapa yang perduli dan siapa yang diam.
“Kita perlu kritis, atas kinerja DPRK hari ini, publik memiliki hak suara untuk membangunkan mareka disaat tertidur atau hanya perduli pada kekuasaannya semata,” ujar Alfian.
Mereka memiliki salah satunya mandat pengawasan, selain regulasi dan penganggaran atas kinerja dan kelembagaannya. jadi kalau mareka hanya bekerja “memuaskan” kekuasaan maka publik patut untuk melakukan kritikan dan mempertanyakan.
Sehingga kebodohan tidak terus dipelihara secara masif, karna cara ini makin memperlambat atas kebutuhan pembangunan di daerah.
Anggota DPRK bukan jadi corong pemerintah, tapi mareka memiliki mandat secara kelembagaan. pertanyaan kemudian, apakah mandat mareka sudah berjalan atau mareka hanya menina bobokkan kekuasaan untuk mengejar rente.
MaTA mengingatkan, jadi anggota DPRK harus berjuang bersama rakyat, konsisten atas mandat dan memastikan menjalankan fungsi. ini pola masa orba dan publik perlu mendorong sehingga secara partai mareka mau berubah. kalau tidak maka patut di tinggalkan ketika pemilu nantinya. “kalau anda kritis dan perduli maka rakyat bersama anda tapi kalau anda bersama kekuasaan, maka siap-siap untuk di tinggalkan.
MaTA menilai, Kabupaten Biereun banyak hal yang harus di benahi dan dikuatkan.
seperti, memperkuat perencanaan anggaran yang berbasis kebutuhan rakyat, bukan keinginan para pemodal, birokrasi dan politisi. kemudian memaksimalkan layanan publik, bukan hanya sebatas di kabupaten tapi tiap tiap kecamatan. realisasi APBK kita masih tidak terarah dan ini bisa di cek secara lapangan, PAD daerah juga belum ada sumber sumber baru yang seharusnya ini menjadi prioritas karna di tengah kekacauwan fiskal saat ini. jadi kalau kita cepat merasa puas adalah kebodohan dan DPRK membangunkan narasi seakan² baik baik saja adalah ngibul.
MaTA berharap kepada rakyat Kabupaten Biereun harus kritis terhadap kebijakan dan hasil yang ada. kalau tidak kita selalu mendapat informasi keliru dan selalu dibodohkan. kita memiliki hak yang sama untuk mengawasi atas kinerja eksekutif dan legislatif. jadi tidak perlu kita takut dan khawatir. warisan apa yang kita perjuangkan untuk generasi kita yang akan datang. jadi jadi anggota DPRK bukan tugas mengejar rente tapi tanggung jawab anda juga patut di pertanyakan. (*)