Mabestv.Newsz.id, PANDAAN PASURUAN – Tradisi tahunan Sedekah Bumi yang digelar oleh masyarakat Dusun Plintahan, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, pada Minggu (11/01/2026) di bulan Rajab yang penuh berkah, tidak hanya menghadirkan semarak budaya dan kebersamaan, tetapi juga menunjukkan sinergi yang erat antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan. Acara yang diikuti oleh ratusan warga dari berbagai blok dusun tersebut diwarnai dengan arak-arakan khas yang diiringi irama Sound Horeg yang menggema hingga ke pelosok desa.
Sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, Kapolsek Pandaan Kompol Slamet Prayitno beserta jajaran personel Polsek Pandaan telah berada di lokasi awal kegiatan yang bertempat di halaman Balai Desa Plintahan. Sebelum arak-arakan dimulai, Kapolsek secara langsung memberikan pengarahan kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang telah berkumpul dengan antusias.
“Tradisi Sedekah Bumi yang kita gelar bersama ini bukan hanya sebuah acara budaya semata, melainkan merupakan warisan budaya dan kearifan lokal yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah, serta solidaritas antarwarga,” ujar Kompol Slamet Prayitno dalam pengarahan nya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mengingat rute arak-arakan akan melintasi jalur pemukiman yang cukup padat penduduk dan beberapa persimpangan jalan yang berpotensi menjadi titik rawan apabila tidak diatur dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengajak seluruh peserta untuk saling mengingatkan satu sama lain agar tetap kompak dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu kelancaran iring-iringan. “Kita harus menjaga martabat tradisi kita ini. Saya mengimbau agar tidak ada tindakan seperti saling dorong yang bisa menyebabkan kecelakaan, konsumsi minuman keras yang dapat memicu perilaku tidak terkendali, maupun perilaku berlebihan lainnya yang berpotensi memicu konflik antarwarga,” tegasnya dengan nada yang tegas namun penuh rasa peduli.
Selain pengawasan langsung pada arak-arakan, personel Polsek Pandaan juga melakukan patroli berselang-seling di sepanjang rute kegiatan yang meliputi Jalan Raya Plintahan hingga ke Dusun Wonosari. Aipda Leni, Bhabinkamtibmas Wilayah Plintahan, yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan imbauan khusus terkait antisipasi tindak kriminalitas yang sering muncul di tengah keramaian.
“Kami mengingatkan seluruh warga untuk tetap waspada terhadap barang bawaan seperti dompet, telepon seluler, dan barang berharga lainnya, mengingat potensi kejahatan C3 (curanmor, curat, dan curas) yang kerap terjadi di tempat-tempat ramai,” jelas Aipda Leni. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat diminta untuk memastikan kendaraan yang digunakan untuk datang ke lokasi acara diparkir di area yang telah ditentukan dan terpantau oleh petugas keamanan atau di tempat yang terang benderang.
“Jangan ragu untuk segera melapor kepada petugas kepolisian atau panitia penyelenggara apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, maupun apabila terjadi gesekan kecil antarwarga. Dengan melaporkan secara cepat, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tambahnya.
Panitia Penyelenggara Sedekah Bumi Desa Plintahan, yang diwakili oleh Ketua Panitia Supriyanto, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kapolsek Pandaan dan seluruh jajarannya yang telah memberikan dukungan penuh. Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dalam mengikuti acara yang telah direncanakan dengan matang selama beberapa minggu terakhir.
“Kita sangat berterima kasih kepada Polsek Pandaan yang telah membantu kita dari perencanaan hingga pelaksanaan acara ini. Dengan adanya pengawasan dan pengarahan yang diberikan, kami yakin acara ini dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi semua peserta,” ujar Supriyanto.
Setelah arak-arakan tiba di lokasi tujuan, acara dilanjutkan dengan upacara syukuran bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, diikuti dengan pembagian makanan dan hasil bumi yang telah disiapkan oleh masyarakat secara gotong royong. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat hingga sore hari tanpa adanya kendala apapun, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian dapat menciptakan suasana yang kondusif dalam pelestarian budaya lokal.(u-hmsrespsr/Imam)