Mabestv.Newsz.id, SUMENEP, 22 Januari 2026 – Sebuah insiden yang mengkhawatirkan terjadi pada perairan Desa Banraas Pukau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dimana tongkang TK. INDO OCEAN MARINE mengalami kebocoran badan kapal, hampir tenggelam, dan akhirnya terdampar serta kandas pada hari Kamis (22/1) dini hari. Berkat kerja sama antara pihak berwenang, tim SAR, dan warga masyarakat sekitar, sebanyak lima orang awak kapal yang berada di atas kapal tersebut telah berhasil dievakuasi dengan selamat.
LATAR BELAKANG KEJADIAN
Menurut informasi awal yang diterima, tongkang TK. INDO OCEAN MARINE yang membawa muatan CPO (Crude Palm Oil) tersebut berangkat dari pelabuhan di Kalimantan Selatan beberapa hari yang lalu, dengan rute pelayaran menuju pelabuhan di Gresik, Jawa Timur. Saat memasuki perairan sekitar Pulau Giliyang pada malam hari tanggal 21 Januari 2026, kapal mengalami masalah teknis yang menyebabkan bagian bawah badan kapal terjadi kebocoran.
Kondisi cuaca dan ombak yang cukup tinggi pada saat itu semakin memperparah situasi, membuat kapal sulit untuk tetap stabil dan akhirnya mulai tergendang serta perlahan tenggelam perlahan. Upaya awak kapal untuk menutup kebocoran tidak memberikan hasil yang maksimal, sehingga kapten dan kru memutuskan untuk menjaga posisi kapal hingga dapat menemukan titik yang aman atau menunggu bantuan dari pihak luar. Akhirnya, kapal terdampar dan kandas pada posisi sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Giliyang, dengan koordinat lintang-bujur -6.96397514 Lintang Selatan dan 114.17478338 Bujur Timur (dalam format derajat-menit-detik yaitu 6°57’50.31″ LS | 114°10’29.22″ BT).
PROSES EVAKUASI YANG TERKOORDINASI
Pada pukul 03.13 WIB dini hari, Personel Polairud melalui komunikasi telepon berhasil menghubungi salah satu anggota kru tongkang. Dalam kesempatan tersebut, pihak Polairud memberikan briefing secara rinci agar seluruh awak kapal tetap tenang dan bertahan di atas kapal hingga keadaan sekitar benar-benar terang dan air laut mulai surut. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keamanan para kru, karena pada malam hari kondisi visibilitas sangat rendah dan ombak masih cukup tinggi yang berpotensi membahayakan jika evakuasi dilakukan secara paksa.
Selain itu, pihak Polairud juga telah mengkoordinasikan dengan warga masyarakat sekitar lokasi kejadian untuk membentuk Tim Potensi SAR (Potsar) yang dipimpin langsung oleh H. Kahor, Sekretaris Desa Banraas Pulau Giliyang. Tim Potsar ini diberi tugas untuk memantau kondisi kapal dan awak kapal dari bibir pantai, serta siap memberikan bantuan segera jika diperlukan. Saat air laut mulai surut pada sekitar pukul 06.00 WIB, kondisi medan sekitar kapal menjadi dapat dilewati dengan berjalan kaki, sehingga para kru memutuskan untuk melakukan evakuasi mandiri dengan diawasi erat oleh anggota Potsar.
Pada pukul 06.35 WIB, seluruh lima orang awak kapal telah berhasil mencapai daratan dengan selamat. Mereka langsung dibawa oleh Tim Potsar ke rumah warga terdekat untuk membersihkan diri dari kotoran dan air laut, serta mendapatkan perawatan awal dan makanan untuk memulihkan kondisi fisik yang sedikit melelahkan setelah mengalami kejadian tersebut.
KETERLIBATAN TIM SAR GABUNGAN
Sementara itu, sejak menerima laporan kejadian pada malam hari sebelumnya, Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas Pos Sumenep dan Polairud telah segera melakukan persiapan menyeluruh. Tim SAR yang terdiri dari 5 personel Basarnas dan 2 personel Polairud (dari Satpolairudres Sumenep dan Ditpolairudda Jawa Timur) menggunakan Armada RBB (Rescue Boat Basarnas) yang telah siap beroperasi sejak pagi hari.
Pada pukul 07.40 WIB, setelah memastikan kondisi cuaca dan perairan sudah aman untuk melakukan perjalanan, Tim SAR resmi lepas tali kapal dan meluncur dari titik kumpul menuju Pulau Giliyang. Rencananya, setelah tiba di perairan sekitar Pulau Giliyang, kapal penyelamat akan menjamur atau bersandar di dermaga baru Desa Bancamara Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Setelah itu, tim akan menjemput para awak kapal yang telah menjalani proses pemulihan awal untuk kemudian dibawa ke titik penjemputan yang telah ditentukan, guna mendapatkan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut dan pengambilan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Selain Tim SAR gabungan dan Potsar, pihak Polsek Dungkek juga turut berkontribusi dengan mengirimkan 2 personel untuk membantu dalam pengaturan lalu lintas dan keamanan di sekitar lokasi kejadian serta titik evakuasi.
DATA DETAIL AWAK KAPAL DAN KAPAL
Para awak kapal yang berhasil dievakuasi dengan selamat adalah sebagai berikut:
1. JUMANTO (Sebagai Bosun)
2. WIBOWO ARI MURDIYANTO (Sebagai Kelasi)
3. DWI KARUNIANTO (Sebagai Kelasi)
4. SUDRIMAN (Sebagai Kelasi)
5. BRIPTU RIBUT PRASETYO (Sebagai Pengawal dari Korps Polisi Republik Indonesia/POLRI)
Adapun informasi terkait tongkang TK. INDO OCEAN MARINE sendiri sebagai berikut:
– Nama Kapal: TK. INDO OCEAN MARINE
– Muatan: Crude Palm Oil (CPO)
– Jumlah Awak: 4 orang kru operasional ditambah 1 orang pengawal
– Rute Pelayaran: Dari Kalimantan Selatan menuju Gresik, Jawa Timur
– Data Tambahan: Informasi seperti call sign, MMSI, serta dimensi panjang dan lebar kapal belum dapat diinformasikan secara rinci karena pihak pemilik kapal masih dalam proses memberikan data resmi terkait dengan kejadian ini.
PENUTUPAN DAN PENANGANAN SELANJUTNYA
Sampai saat berita ini diterbitkan, seluruh awak kapal dalam kondisi fisik yang cukup baik dan sedang dalam pengawasan pihak berwenang. Pihak Basarnas dan Polairud akan terus melakukan koordinasi dengan pihak pemilik kapal serta dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap tongkang yang masih kandas di lokasi kejadian, termasuk pemantauan kondisi muatan CPO agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan perairan sekitar Pulau Giliyang. Pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebocoran dan kandasnya kapal tersebut.
“Kami sangat bersyukur bahwa seluruh awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat tanpa ada korban jiwa atau cidera berat,” ujar salah satu perwakilan Tim SAR gabungan saat dihubungi singkat. “Kerja sama yang baik antara semua pihak terkait menjadi kunci keberhasilan evakuasi kali ini, dan kami akan terus siap memberikan bantuan kapan saja jika diperlukan,” tambahnya.(IMM/MLDN)