Mabestv.Newsz.id, SIDOARJO — Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak guna memastikan kualitas dan kemajuan proyek pembangunan jalan rigid beton yang menghubungkan kawasan Kebonagung, Sukodono, hingga Krian. Ia menegaskan tidak ingin pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara asal-asalan, sehingga pengawasan ketat terus dilakukan sejak tahap pengerjaan.
Bupati Subandi menjelaskan, sebelumnya pekerjaan sempat terkendala keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di lokasi yang ikut mempengaruhi laju kemajuan. Karena itu, ia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk lebih intensif melakukan pengawasan dan segera mengomunikasikan setiap kendala yang berpotensi menimbulkan keterlambatan.
“Kalau ada penyimpangan atau deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah terkait tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan. Setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya,” tegasnya.
Subandi juga meminta agar kemajuan pekerjaan dipantau secara berkala. Pengawasan tidak cukup dilakukan di akhir proyek, melainkan harus berjalan rutin agar perkembangan dapat dipantau sekaligus mengantisipasi potensi keterlambatan sejak dini.
Di lokasi, Bupati meneliti langsung detail pembesian yang dipasang. Berdasarkan keterangan di lapangan, digunakan besi ulir diameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
Ia meminta data konstruksi dan rincian spesifikasi pekerjaan disusun secara lebih terperinci, sehingga pelaksanaan di lapangan dapat dicocokkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Data konstruksinya harus jelas dan rinci. Pembesiannya seperti apa, jaraknya berapa, spesifikasi betonnya juga harus tertulis. Dengan begitu, kita bisa memastikan kesesuaian antara rencana dan pelaksanaan di lapangan,” ujar Subandi.
Setelah struktur pembesian dinyatakan siap, tahap pengecoran beton mulai dilaksanakan. Bupati berharap langkah ini dapat mempercepat kemajuan sehingga keterlambatan sebesar sekitar 9 persen dapat dikejar kembali.
“Target penyelesaian Desember, kontrak sampai tanggal 16. Masih bulan Oktober, semoga deviasi 9 persen ini bisa kita kejar. Kuncinya PPK harus aktif. Segera laporkan dan cari jalan keluar jika ada kendala,” pungkas Bupati Subandi.(Imm/Nur/Mad)
