Mabestv.Newsz.id, SUKOREJO – Kerusuhan yang terjadi Selasa dini hari (11/8) tak hanya menimbulkan kerusakan pada mobil patroli kepolisian, namun juga memakan korban dari kalangan warga sipil. Pihak kepolisian mencatat sedikitnya enam orang pengguna jalan mengalami luka-luka akibat serangan massa yang tidak dikenal. Seluruh korban kini menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pandaan.
Berdasarkan penelusuran, serangan terhadap pengguna jalan terjadi di tiga lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Pandaan dalam rentang waktu berdekatan. Pertama di Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo sekitar pukul 02.00 WIB, kemudian di Dusun Jetak, Desa Karangjati sekitar pukul 03.00 WIB, dan di Dusun Bareng, Desa Sumberejo sekitar pukul 04.30 WIB.
Di lokasi kejadian Patung Sapi dan Jetak, pelaku merampas masing-masing satu unit sepeda motor Honda Beat dan Honda Lexi, beserta telepon genggam dan dompet milik korban. Sementara di Dusun Bareng, satu unit sepeda motor Honda Vario bahkan dibakar habis oleh pelaku.
Salah satu korban, Miftahul (22) asal Tuban bersama penumpangnya Abdulloh (21) asal Singosari, Malang, menceritakan peristiwa mengerikan itu. Saat melintas dari Malang menuju Surabaya menggunakan Yamaha Lexi, mereka tiba-tiba dipapah dan dihajar orang-orang yang jumlahnya banyak.
“Kami berboncengan dari Malang mau ke Surabaya, diserang orang tidak dikenal dalam jumlah banyak. Motor dipepet, kemudian dihajar ramai-ramai. Dompet dan HP dirampas, termasuk motor,” ungkap Miftahul. Ia memastikan dirinya dan rekannya sama sekali tidak mengenakan atribut pendukung tim sepak bola apa pun.
Kisah serupa dialami Abud dan Adit, dua pelajar asal Bangil yang menaiki Honda Beat. Saat dalam perjalanan pulang dari Malang sekitar pukul 03.00 WIB, mereka diserang di Dusun Jetak. Motor dan gawai mereka turut dirampas.
“Kami berangkat Senin malam sekitar pukul 21.00 ke Malang, pulangnya juga berdua sekitar pukul 02.00. Sampai di sini pukul 03.00 langsung diserang orang tak dikenal. Motor dan HP dibawa pergi,” tutur Abud dengan nada sedih.
Sementara itu, Rido asal Sumberpucung, Malang, dan Dewa asal Kesamben, Blitar, menjadi korban di Dusun Bareng. Mereka yang hendak menuju Gempap untuk bekerja juga diserang rombongan massa yang tidak mereka kenal, dan kendaraan yang dikendarai dibakar.
Selain enam warga sipil, satu anggota kepolisian juga turut menjadi korban luka saat kericuhan di sekitar Mapolsek Sukorejo. Anggota yang bertugas di Samapta Polres Pasuruan, Bripda R, mengalami cedera di bagian pelipis dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Prima Husada, Sukorejo.
Terkait maraknya dugaan perampasan dan kekerasan terhadap warga sipil, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menyatakan pihaknya sedang mendalami kasus tersebut secara menyeluruh.
“Kami dalami kembali mengenai hal tersebut,” ucapnya singkat.
Pasca peristiwa itu, keamanan di sekitar Mapolsek Sukorejo diperketat. Sejumlah personel Brimob terlihat bersiaga menjaga markas kepolisian guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kembali terjadi.(Mam)

