
Mabestv.Newsz.id, PAMEKASAN — Sebuah kecelakaan lalu lintas berujung tragedi di Jalan Raya Palengaan, Dusun Galisan, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, sekira pukul 12.00 WIB. Insiden bermula saat sepeda motor yang mengangkut jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bertabrakan dengan mobil pikap, memicu tumpahnya BBM dan terbakar hebat hingga melahap pengendara motor. Satu orang dikabarkan tewas di tempat kejadian perkara.
Korban berinisial H (54 tahun), warga Desa Glugur, Pamekasan, yang mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi M 5867 WT. Sementara kendaraan pikap Daihatsu Luxio bernomor polisi L 9673 BQ dikemudikan oleh J (51 tahun) dan diketahui bermuatan tembakau.
Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan, membenarkan peristiwa tersebut. “Tabrakan terjadi saat pengendara sepeda motor yang mengangkut jerigen BBM bertabrakan dengan pikap. Benturan menyebabkan BBM tumpah dan terbakar, hingga api menyambar kendaraan serta pengendara motor. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelasnya.
Segera setelah kejadian, petugas Polsek Palengaan bersama Unit Penegakan Hukum Satlantas dan Tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan bergerak cepat ke lokasi. Mereka melakukan olah TKP, memadamkan api, mengevakuasi jenazah korban, serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Penyebab Masih Didalami, Praktik Angkut BBM dengan Jerigen Jadi Sorotan
Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, meliputi posisi kedua kendaraan saat tabrakan, kecepatan berkendara, kondisi jalan, serta faktor lain yang berkontribusi. Insiden ini sekaligus kembali menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap mengangkut BBM dalam jerigen menggunakan sepeda motor — praktik yang sangat berisiko namun masih banyak dijumpai, terutama saat pasokan di SPBU sempat terganggu.
Jerigen yang bukan dirancang khusus untuk pengangkutan di kendaraan roda dua mudah tumpah saat terjadi benturan. Percikan api akibat gesekan logam, sistem kelistrikan, atau panas mesin dapat seketika memicu kebakaran yang mematikan.
Pertanyaan yang Masih Menjadi Fokus Penyelidikan:
– Apakah volume BBM yang diangkut melebihi batas aman untuk sepeda motor?
– Bagaimana kondisi dan keamanan wadah jerigen yang digunakan?
– Apakah terdapat unsur kecepatan berlebih atau kelalaian berkendara dari salah satu pengemudi?
– Sejauh mana kesadaran masyarakat terhadap bahaya pengangkutan BBM dengan cara tidak standar?
Imbauan Keselamatan dari Pihak Kepolisian
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara, termasuk memperhatikan standar keamanan saat membawa bahan yang mudah terbakar seperti BBM,” tegas IPDA Yoni Evan. Polisi menyarankan masyarakat mengisi BBM langsung di SPBU resmi dan menghindari pengangkutan dalam jumlah berlebih menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, pengendara diharapkan menjaga kondisi kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga jarak aman, khususnya di jalan-jalan yang sering dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan sesuai adat setempat. Barang bukti berupa kedua kendaraan serta sisa jerigen telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Hasil penyelidikan dan identitas lengkap pihak-pihak yang terlibat akan diinformasikan secara resmi setelah proses penyidikan selesai. Perkembangan selanjutnya akan diberitahukan kepada masyarakat apabila terdapat temuan baru.(imm)



