Mabestv.Newsz.id, Jakarta — Polemik pernyataan Sekretaris Jenderal PKS, Aboe Bakar Al Habsy, terkait dugaan keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam jaringan narkoba menuai reaksi keras. Organisasi masyarakat Madas Nusantara pun menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk tuduhan serius yang tidak disertai bukti. Ia menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan dalam forum resmi seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI seharusnya dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, tudingan tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Madura dan berpotensi merusak citra daerah yang selama ini dikenal religius serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga warga Madura, turut menyampaikan penolakan atas pernyataan tersebut. Mereka menilai narasi yang berkembang dapat memicu stigma negatif yang tidak berdasar.
Meski demikian, Jusuf Rizal mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri dan tidak terpancing emosi. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal.
Sebagai langkah lanjutan, Madas Nusantara berencana melaporkan Aboe Bakar ke Mabes Polri dalam waktu dekat. Laporan tersebut disebut akan menggunakan sejumlah pasal, di antaranya terkait dugaan fitnah, pencemaran nama baik, serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Pihak Madas Nusantara juga menyatakan memberikan ruang kepada Aboe Bakar untuk membuktikan pernyataannya melalui proses hukum yang berlaku, sehingga kebenaran dari tudingan tersebut dapat diuji secara objektif.
/Dinan