
Mabestv.Newsz.id, JEMBER – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur bersama Laskar Jahanam Jember menggelar konsolidasi bersama masyarakat dari 12 desa yang terdampak operasional PT Imasco Asiatic. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan kekuatan warga menjelang rencana aksi akbar dengan satu tuntutan utama: penutupan pabrik semen Imasco.
Konsolidasi yang berlangsung dalam suasana silaturahmi tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus kedua lembaga serta perwakilan warga terdampak. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan secara langsung berbagai keluhan yang selama ini dirasakan akibat aktivitas operasional pabrik semen “Singa Merah”.
Beragam persoalan mencuat, mulai dari kebisingan yang berlangsung selama 24 jam dan dinilai melebihi ambang batas, pencemaran udara akibat pembakaran batu bara yang berdampak pada menurunnya kualitas hasil panen tembakau, hingga gangguan kesehatan khususnya pada sistem pernapasan.
Selain itu, warga juga menyoroti minimnya penyerapan tenaga kerja lokal yang tidak sesuai dengan komitmen awal perusahaan. Dampak lain yang tak kalah serius adalah terancamnya keberlangsungan usaha tradisional masyarakat, khususnya produksi gamping di Desa Grenden yang kini mulai ditinggalkan akibat dominasi produk semen pabrik.
Ketua MAKI Jatim menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga akan menjadi dasar perjuangan bersama. Ia menyebut, konsolidasi ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi menjadi titik awal gerakan besar masyarakat untuk memperjuangkan hak-haknya.
Hasil dari pertemuan tersebut menyepakati akan digelarnya pertemuan akbar yang melibatkan seluruh elemen masyarakat terdampak sebagai langkah awal menuju aksi demonstrasi besar. Aksi tersebut direncanakan mengusung satu tuntutan tegas, yakni penutupan operasional PT Imasco.
Selain itu, MAKI Jatim juga akan menempuh langkah hukum dan administratif dengan melakukan pengumpulan data serta kajian terhadap dokumen perizinan perusahaan yang diduga bermasalah.
“Kami bersama masyarakat akan terus bergerak. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi menyangkut kesehatan, ekonomi, dan masa depan warga. Satu suara, satu tujuan: tutup pabrik Imasco,” tegasnya.(I’m/edy)






