
Mabestv.Newsz.id, Sidoarjo – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur untuk menegaskan komitmennya dalam mendorong dunia pendidikan yang bersih dari praktik korupsi.
Tokoh MAKI Jatim, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa hingga saat ini sektor pendidikan masih dihadapkan pada berbagai persoalan serius, terutama terkait transparansi dan pengelolaan anggaran.
Berbagai dugaan penyimpangan seperti penggelembungan anggaran (mark-up), pengadaan fiktif, hingga proyek pembangunan sekolah yang tidak sesuai spesifikasi dinilai masih kerap terjadi di sejumlah daerah.
“Hardiknas seharusnya menjadi ruang evaluasi yang jujur, bukan sekadar seremoni tahunan. Kita harus berani mengakui bahwa persoalan integritas di sektor pendidikan masih menjadi tantangan besar,” tegas Heru.
Menurutnya, besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan setiap tahun seharusnya mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Namun, realitas di lapangan masih menunjukkan ketimpangan, baik dari sisi sarana prasarana, kualitas tenaga pendidik, maupun akses pendidikan.
MAKI Jatim menilai bahwa persoalan ini tidak lagi dapat dianggap sebagai ulah oknum semata, melainkan telah mengarah pada pola yang berulang dan berpotensi sistemik. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret berupa penguatan pengawasan, transparansi anggaran, serta penegakan hukum yang tegas dan konsisten.
Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa korupsi di sektor pendidikan memiliki dampak jangka panjang yang serius terhadap generasi muda.
“Kita mengajarkan kejujuran kepada siswa, tetapi di sisi lain mereka melihat praktik yang bertolak belakang. Ini dapat merusak nilai moral dan kepercayaan generasi bangsa,” ujarnya.
MAKI Jatim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi penggunaan anggaran pendidikan. Partisipasi publik dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang transparan dan akuntabel.
Melalui peringatan Hardiknas 2026, MAKI Jatim berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam mewujudkan pendidikan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi.
“Jika pendidikan bersih dari korupsi, maka kita sedang menyiapkan masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.(Imam/edy)







