
Mabestv.Newsz.id,— Kisah inspiratif datang dari salah satu Srikandi terbaik Kepolisian Republik Indonesia, Kombes Pol. Retno Prihawati. Setelah meniti karier di Polri hingga berpangkat AKBP dan dipercaya menjabat sebagai Kapolres Metro Lampung pada November 2019, ia terus mencatatkan berbagai prestasi hingga kemudian dipromosikan menjadi Kombes Pol. dan ditugaskan sebagai Atase Polri pada KBRI Manila, Filipina, pada Desember 2022.
Jabatan tersebut merupakan posisi strategis yang selama ini banyak diemban oleh perwira laki-laki.
Sejak mulai bertugas di Manila pada Maret 2023, Kombes Retno langsung dihadapkan pada persoalan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI).
Sejumlah WNI disebut diiming-imingi pekerjaan sebagai customer service* dengan gaji hingga Rp21 juta per bulan. Namun, setelah tiba di Filipina, mereka justru diduga dipaksa bekerja sebagai operator judi online selama 15 hingga 18 jam setiap hari. Gaji yang diterima pun disebut dipotong secara sepihak hingga hanya tersisa sekitar Rp1,2 juta.
Menghadapi kondisi tersebut, Kombes Retno bergerak cepat dengan membangun koordinasi lintas negara. Ia menjalin kerja sama dengan Kepolisian Filipina, Philippine Office of the Police Chief? [POCC], Imigrasi Filipina, Bareskrim Polri, serta Divhubinter Polri di Indonesia.
Melalui serangkaian operasi dan penggerebekan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan maupun operasional jaringan tersebut, ratusan pekerja berhasil diamankan. Di antara mereka terdapat korban yang masih di bawah umur.
Secara keseluruhan, upaya penanganan tersebut disebut berhasil menyelamatkan lebih dari 600 WNI dan memfasilitasi kepulangan mereka ke Tanah Air.
Keberanian dan kepedulian Kombes Retno mendapat apresiasi dari para korban yang berhasil diselamatkan. Salah seorang korban bahkan mengungkapkan kekagumannya terhadap kesigapan Kombes Retno yang disebut bekerja siang dan malam demi memastikan keselamatan WNI di Filipina.
Atas dedikasinya tersebut, namanya juga disebut diusulkan sebagai kandidat Hai Gen Awards dalam kategori Polisi Pelindung Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan.
Bagi Kombes Retno, tugas tersebut bukan sekadar menangkap pelaku kejahatan. Lebih dari itu, yang terpenting adalah memastikan para korban dapat kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga mereka di Indonesia.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa keberanian, kepedulian, dan kerja sama lintas negara memiliki peran penting dalam melindungi warga negara Indonesia dari jerat perdagangan orang.
Bagaimana pendapat Anda tentang sosok Kombes Pol. Retno Prihawati? Mari berikan apresiasi dan doa terbaik untuk para anggota Polri yang terus berjuang melindungi WNI di dalam maupun luar negeri.
Rilis/Kutipan: Orang Penyelamat Bangsa (HBL)



