Mabestv.Newsz.id, Pasuruan – Semangat kebersamaan dan keakraban begitu terasa dalam gelaran Halal Bihalal Syawal 2026 yang digelar oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur di Vila Sabar PTPN Prigen, menghadirkan kehangatan di antara seluruh peserta yang hadir. Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran media sebagai kontrol sosial dalam jalannya pemerintahan.
Acara tersebut dihadiri jajaran MAKI Jatim bersama anggota Pokja Joko Dolog yang secara resmi diluncurkan sebagai kekuatan baru dalam ekosistem pengawasan publik. Dalam forum ini, Pokja Joko Dolog diproyeksikan menjadi “TOA” atau corong utama informasi pemerintahan yang tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal dan menguji kebijakan publik.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan digelarnya berbagai permainan interaktif yang melibatkan peserta, serta pembagian doorprize yang menambah suasana keakraban dan kekeluargaan.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satryo, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran Pokja Joko Dolog ke depan harus lebih dari sekadar penyampai informasi. Ia menekankan pentingnya fungsi kontrol yang kuat, independen, dan bertanggung jawab.
“Kami berharap Pokja Joko Dolog ke depan bisa menjadi TOA dalam pemberitaan pemerintahan Jawa Timur. Bukan sekadar menyuarakan, tapi juga mengontrol. Informasi yang keluar harus jelas, tegas, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, masyarakat bukan mengalami kekurangan informasi, melainkan kekurangan kejelasan. Oleh karena itu, kehadiran media independen dinilai sangat krusial dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik
.
“Hari ini publik tidak kekurangan informasi, tapi kekurangan kejelasan. Di sinilah peran media—bukan jadi corong sepihak, tapi menjadi penyeimbang yang berani mengoreksi,” tambahnya.
Heru juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah di Jawa Timur agar tidak alergi terhadap kritik. Ia menilai kritik dari media justru menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
“Kami ingatkan, jangan anti kritik. Media yang kuat justru membantu pemerintah tetap berada di jalur yang benar. Kalau ada yang alergi dikritik, patut dipertanyakan ada apa di balik itu,” tegasnya.
Salah satu awak media yang turut hadir, Edy Purwanto, menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penting untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan lembaga pengawas seperti MAKI.
Menurutnya, kehadiran Pokja Joko Dolog merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem media yang lebih berintegritas dan berdaya kontrol.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, karena selain mempererat kebersamaan, juga memperkuat peran media dalam mengawal kebijakan publik agar tetap transparan dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya.
Edy juga berharap ke depan kolaborasi antara media dan MAKI Jatim dapat terus ditingkatkan, sehingga fungsi kontrol sosial dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi publik.
Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa kehadiran Pokja Joko Dolog diharapkan mampu menjadi kekuatan yang diperhitungkan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah hingga tingkat kabupaten/kota. Sinergi antara pemerintah yang bekerja dan media yang mengawasi menjadi kunci lahirnya kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.(Imam/edy)