Mabestvnews, Jakarta : Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menentukan arah masa depan bangsa. Tanpa keberpihakan yang nyata terhadap dunia pendidikan, mustahil sebuah negara dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan kemandirian nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Iswadi dalam pernyataannya mengenai pentingnya transformasi pendidikan nasional sebagai agenda prioritas negara.
Menurut Dr. Iswadi, bangsa bangsa maju di dunia selalu menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang tidak dapat ditawar. Negara hadir secara penuh dalam memastikan akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Sudah saatnya negara benar benar berpihak kepada pendidikan. Pendidikan bukan sekadar program rutin tahunan, melainkan pondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang maju, mandiri, dan berdaya saing global, ujar Dr. Iswadi.
Ia menegaskan bahwa tantangan global saat ini semakin kompleks. Revolusi teknologi, persaingan ekonomi internasional, hingga perubahan sosial yang cepat menuntut hadirnya sumber daya manusia unggul yang lahir dari sistem pendidikan yang kuat. Oleh sebab itu, keberpihakan negara terhadap pendidikan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata, bukan hanya slogan politik.
Dr. Iswadi menilai bahwa hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan mendasar dalam dunia pendidikan nasional. Mulai dari ketimpangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, rendahnya kesejahteraan sebagian tenaga pendidik, hingga akses pendidikan tinggi yang belum merata.
Kita tidak boleh menutup mata bahwa masih banyak anak anak bangsa yang belum mendapatkan hak pendidikan secara optimal. Di beberapa daerah, masih ada sekolah dengan fasilitas minim, kekurangan guru, bahkan akses internet yang terbatas. Padahal di era digital seperti sekarang, pendidikan berkualitas adalah hak seluruh warga negara, jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi menekankan bahwa peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian utama pemerintah. Guru merupakan ujung tombak pendidikan yang menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, negara harus memberikan penghargaan yang layak, pelatihan berkelanjutan, dan perlindungan profesional bagi para pendidik.
Tidak mungkin kita menciptakan generasi unggul jika guru masih menghadapi berbagai persoalan kesejahteraan dan keterbatasan dukungan. Guru harus ditempatkan sebagai profesi strategis yang dihormati dan diperkuat kapasitasnya, katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kurikulum pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademik semata, tetapi juga harus membangun karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan semangat kemandirian.
Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang inovatif, produktif, dan memiliki integritas. Kita membutuhkan anak anak muda yang tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan membuka lapangan kerja, ungkap Dr. Iswadi.
Dalam pandangannya, negara maju adalah negara yang berhasil menciptakan budaya belajar yang kuat di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan harus melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat sipil.
Ia juga mendorong agar alokasi anggaran pendidikan benar-benar digunakan secara efektif untuk peningkatan mutu pendidikan nasional. Transparansi dan pengawasan penggunaan anggaran dinilai penting agar setiap kebijakan pendidikan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Anggaran pendidikan harus menjadi investasi masa depan bangsa, bukan sekadar angka dalam laporan administratif. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus menghasilkan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, tegasnya.
Dr. Iswadi menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bangsa maju apabila mampu membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan inklusif. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, Indonesia sebenarnya memiliki modal demografi yang sangat strategis untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia.
Namun demikian, bonus demografi tersebut hanya akan menjadi peluang apabila didukung oleh pendidikan yang berkualitas. Jika tidak, maka Indonesia justru berisiko menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi di masa depan.
Kita harus menjadikan pendidikan sebagai gerakan nasional. Negara harus hadir secara serius dan konsisten dalam membangun manusia Indonesia yang cerdas, kreatif, dan mandiri. Inilah jalan menuju kemajuan bangsa, ujarnya.
Lebih jauh, Dr. Iswadi mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama sama menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi terutama oleh kualitas manusianya.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pendidikan. Jika kita ingin Indonesia menjadi negara maju dan mandiri, maka investasi terbesar harus dimulai dari pendidikan, katanya.
Di akhir pernyataannya, Dr. Iswadi berharap pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan zaman. Ia optimistis bahwa dengan keberpihakan negara terhadap pendidikan, Indonesia mampu menjadi bangsa yang lebih maju, berdaulat, dan disegani di tingkat global.
Pendidikan adalah kunci masa depan bangsa. Ketika negara berpihak pada pendidikan, maka sesungguhnya negara sedang membangun peradaban dan masa depan Indonesia, tutup Dr. Iswadi.##