
Mabestv.Newsz.id,MAGETAN – Di sela aktivitas pendakian menuju Gunung Lawu, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait sejumlah isu nasional yang tengah menjadi perhatian publik.
Dalam pernyataannya, Heru menegaskan komitmen MAKI Jatim untuk mendukung berbagai program pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat, sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap potensi penyimpangan yang terjadi di lapangan.
Dengan semangat nasionalisme yang kuat, Heru membuka pernyataannya dengan seruan, “Merdeka, merdeka, merdeka!” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga persatuan dan stabilitas bangsa di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang berkembang.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah penolakan terhadap wacana penghapusan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dan wilayah terpencil.
“Program ini nyata manfaatnya bagi masyarakat. Jangan karena ada persoalan dalam pelaksanaannya lalu programnya yang dihentikan. Jika ditemukan penyimpangan, yang harus ditindak adalah oknum pelaksananya,” tegas Heru.
MAKI Jatim menilai keberlanjutan Program MBG penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program perlu diperkuat tanpa menghilangkan manfaat yang telah dirasakan masyarakat.
Sebagai bentuk penguatan pengawasan, MAKI Jatim juga mengusulkan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan sistem transparansi melalui bagan alir atau flowchart distribusi yang dapat diakses publik. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan pengawasan masyarakat sekaligus mencegah potensi penyimpangan.
“Mulai dari petani, peternak, distributor hingga dapur pelaksana harus jelas alurnya. Dengan begitu masyarakat dapat ikut mengawasi dan kepercayaan publik akan semakin meningkat,” ujarnya.
Selain membahas MBG, Heru juga menyoroti isu harga bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perbincangan publik. Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara BBM subsidi dan non-subsidi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Yang mengalami penyesuaian harga adalah BBM non-subsidi. Sedangkan BBM subsidi yang digunakan mayoritas masyarakat tetap mendapat perlindungan pemerintah. Jangan semua disamaratakan,” katanya.
Di bidang ekonomi, MAKI Jatim memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk upaya penguatan nilai tukar rupiah serta pengembangan sistem ekspor yang lebih terintegrasi.
Terkait Program Koperasi Desa Merah Putih, MAKI Jatim menilai bahwa setiap program baru pasti menghadapi tantangan dalam implementasi. Namun demikian, solusi yang tepat adalah melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem, bukan menghentikan program yang memiliki tujuan baik bagi penguatan ekonomi desa.
“Kalau ada kekurangan, perbaiki sistemnya. Jangan langsung menghapus programnya. Yang terpenting adalah manfaatnya bagi masyarakat desa dapat terus dirasakan,” jelas Heru.
Sebagai bagian dari upaya membangun partisipasi publik, MAKI Jatim juga mengajak mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), akademisi, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha untuk berdialog secara terbuka mengenai berbagai kebijakan strategis nasional.
“Kami menginginkan ruang diskusi yang sehat dan objektif. Semua pihak harus dapat menyampaikan pandangannya berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar pro dan kontra,” ujarnya.
Menutup pernyataannya dari jalur pendakian Gunung Lawu, Heru menegaskan bahwa MAKI Jatim akan terus mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dalam menjalankan program-program pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat, sembari tetap mengawasi dan mendorong penindakan tegas terhadap setiap oknum yang melakukan penyimpangan.
“Negara ini harus dijaga bersama. Pemerintah perlu didukung, tetapi siapa pun yang menyalahgunakan kewenangan harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” pungkasnya.(Imam/edy)





