Mabestv.Newsz.id, Malang, Batu — Minggu pagi (29/3/2026), jalan Gangsiran dipadati mobil dan motor. Sekitar 60 anggota keluarga Bani Basyiron memadati rumah Bastomi untuk Halal Bihalal sekaligus arisan tiga bulanan—pertemuan lengkap pertama sejak lebaran. Sesepuh kepala enam duduk bersila di ruang tamu; menantu, cucu, dan buyut berbagi tempat di teras, sementara balita tertawa riang mengejar ikan di kolam mini halaman, menghidupkan jeda usai doa pembuka.
Acara diawali salam-salaman, lalu panitia keuangan menyampaikan laporan dan mengumumkan tuan rumah periode berikutnya, menegaskan konsistensi pertemuan triwulanan. “Bukan soal uangnya, tapi kumpulnya,” ungkap salah satu keluarga Bani Basyiron. Baginya, rutinitas itu penangkal jarak bagi anak-rantau yang bekerja di luar Malang.
Tidak kalah penting sang Motivator keluarga, H. Imam Zuhdi, mengingatkan bahwa tradisi harus lebih panjang umur daripada perintisnya. Ia mengajak ponakan muda merekam cerita lisan: asal nama “Basyiron,” jejak migrasi dari Madura ke Malang. Usai sambutan, hidangan lontong sayur, opor, dan kue tradisional dibuka; anak-anak berlarian di halaman, para orang tua saling bertukar kabar usaha dan kegiatan sehari-harinya. Sesi foto bersama di pelataran rumah menjadi penutup visual, lalu rekaman santai diunggah ke grup WhatsApp sebagai arsip memori.
Bagi Bani Basyiron, Halal Bihalal plus arisan triwulanan bukan sekadar rutinitas. Ia adalah ruang alih nilai—solidaritas, sejarah kolektif, dan identitas—yang dihidupi lewat menu sederhana dan kolam ikan kecil tempat cucu belajar berbagi.(Imam)