Pada hari Rabu, 7 Januari 2026, Kota Pasuruan menjadi pusat perhatian nasional saat Presiden Joko Widodo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-14 di kota tersebut. Peresmian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses terhadap program makan bergizi gratis (MBG), yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Kegiatan peresmian yang berlangsung di Gedung SPPG Polres Pasuruan diikuti oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Wali Kota Pasuruan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para pejabat lainnya. Presiden Joko Widodo hadir secara langsung, menandai pentingnya inisiatif ini bagi pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa SPPG Polri tidak hanya menjadi wadah distribusi makanan, tetapi juga menjadi model pengelolaan pangan bergizi yang berkelanjutan.
Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa SPPG merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan gizi nasional. “Program ini dirancang untuk memastikan semua lapisan masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia, mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas gizi bukan sekadar soal pemberian makanan, tetapi juga tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi yang terukur dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Presiden juga menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan Polri dalam menjalankan tugas baru ini. “Polri telah membuktikan bahwa mereka bisa menjadi agen perubahan sosial, bukan hanya penegak hukum,” tambahnya. Ia menilai bahwa kolaborasi antara institusi kepolisian dengan pemerintah daerah sangat penting untuk mencapai target-program MBG yang lebih luas.

SPPG ke-14 di Pasuruan memiliki kapasitas yang cukup besar, dengan fasilitas yang lengkap dan layanan yang terstruktur. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi makanan, tetapi juga sebagai pusat pelatihan dan pendidikan bagi petugas SPPG. Selain itu, SPPG ini juga memiliki kontribusi nyata dalam menyerap tenaga kerja lokal. Setiap SPPG dapat menyerap sekitar 47 tenaga kerja, sehingga secara keseluruhan, 32 SPPG yang direncanakan akan mampu menyerap hingga 1.504 orang.
Wali Kota Pasuruan, Mas Adi Wibowo, menjelaskan bahwa SPPG ini akan fokus pada distribusi makanan ke sekolah-sekolah di wilayah Kelurahan Karanganyar. “Sekolah-sekolah seperti SMA Negeri 1, SD Negeri Karanganyar, dan sekolah-sekolah lainnya di sekitar akan menjadi sasaran utama,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa program ini juga mencakup kelompok-kelompok rentan seperti anak jalanan dan lansia.
Selain manfaat ekonomi, SPPG juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penurunan angka stunting di Kota Pasuruan. “MBG ini adalah langkah penting untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Mas Adi.
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan diukur bukan hanya dari jumlah makanan yang didistribusikan, tetapi juga dari perbaikan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Ia berharap SPPG Polri dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia, sehingga program ini bisa diterapkan secara nasional.
Peresmian SPPG ke-14 di Pasuruan menandai awal dari transformasi baru dalam sistem pangan nasional. Dengan peran aktif Polri dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi emas yang sehat, kuat, dan sejahtera.