
Mabestvnews, JAKARTA : Pendiri Organisasi Pejuang Pendidikan Indonesia yang juga Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Dr. Iswadi, M.Pd., menyampaikan sejumlah harapan untuk memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tahun ketiga harus menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan bahwa kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dr. Iswadi menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya diukur melalui banyaknya program yang diluncurkan, besarnya anggaran yang dialokasikan, atau jumlah kebijakan yang diumumkan. Lebih dari itu, keberhasilan harus terlihat dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, harapan kami adalah agar berbagai program prioritas nasional semakin terarah, terukur, dan benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rakyat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji dan slogan pembangunan, ujar Dr. Iswadi.
Pendidikan Harus Menjadi Investasi Utama Bangsa
Sebagai pendiri Organisasi Pejuang Pendidikan Indonesia, Dr. Iswadi menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama yang perlu diperkuat pada tahun ketiga pemerintahan Prabowo. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi persaingan global.
Ia berharap pemerintah terus memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, masyarakat di wilayah tertinggal, serta mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.
Menurutnya, tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas hanya karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, atau ketidakmerataan fasilitas sekolah.
Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, baik guru aparatur sipil negara maupun guru non-ASN, sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku. Guru merupakan ujung tombak pendidikan sehingga perhatian terhadap kesejahteraan, perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, dan kepastian karier mereka harus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.
Negara harus memastikan bahwa guru dapat menjalankan tugas profesionalnya dengan tenang, bermartabat, dan sejahtera. Kita tidak mungkin berharap lahir generasi unggul apabila para pendidiknya masih menghadapi persoalan kesejahteraan dan ketidakpastian masa depan, tegasnya.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan dasar, penguatan pendidikan karakter, pemerataan infrastruktur sekolah, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab untuk mendukung proses pembelajaran.
Menciptakan Lapangan Kerja dan Memperkuat Ekonomi Rakyat
Harapan berikutnya adalah penguatan ekonomi nasional yang berpihak kepada masyarakat luas. Dr. Iswadi menilai pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja yang layak, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memberikan kesempatan yang lebih besar kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan distribusi manfaat pembangunan. Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah memperluas akses permodalan bagi UMKM, mempermudah proses perizinan, memperkuat pendampingan usaha, serta membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal.
Pemerintah juga diharapkan memperkuat industri nasional dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu berperan sebagai produsen yang kompetitif.
Pembangunan ekonomi harus dirasakan sampai ke tingkat keluarga. Masyarakat membutuhkan pekerjaan yang layak, harga kebutuhan pokok yang terjangkau, dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup. Itulah ukuran penting keberhasilan pembangunan yang berkeadilan, katanya.
Pemberantasan Korupsi dan Penguatan Integritas
Dr. Iswadi turut berharap agar tahun ketiga pemerintahan Prabowo menjadi momentum penguatan pemberantasan korupsi, peningkatan transparansi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, anggaran negara merupakan amanah rakyat yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Setiap rupiah yang berasal dari pajak dan sumber penerimaan negara harus digunakan untuk kepentingan publik, bukan untuk memperkaya individu atau kelompok tertentu.
Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilaksanakan secara konsisten, profesional, dan tanpa diskriminasi. Penegakan hukum perlu menjunjung tinggi prinsip keadilan, kepastian hukum, serta penghormatan terhadap hak setiap warga negara.
Di sisi lain, pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah harus diperkuat agar anggaran pembangunan tidak terbuang akibat pemborosan, penyimpangan, atau pelaksanaan program yang tidak tepat sasaran.
Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tumbuh apabila pejabat publik memberikan teladan integritas, bekerja secara transparan, dan berani bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Jabatan publik adalah amanah, bukan hak istimewa, ujarnya.
Pemerataan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat Kecil
Dalam pandangan Dr. Iswadi, pembangunan nasional harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ia berharap pemerintah terus memperhatikan daerah tertinggal, wilayah perbatasan, kawasan kepulauan, dan masyarakat pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, transportasi, air bersih, serta infrastruktur dasar.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Bantuan pemerintah harus diberikan kepada masyarakat yang benar benar membutuhkan melalui pendataan yang akurat, mekanisme distribusi yang transparan, dan evaluasi berkala.
Menurutnya, program pengentasan kemiskinan perlu diarahkan tidak hanya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga untuk membangun kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.
Masyarakat miskin harus memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, mendapatkan pekerjaan, dan mengakses pelayanan publik yang bermutu.
Dr. Iswadi berharap setiap kebijakan pembangunan selalu mempertimbangkan kelompok rentan, termasuk anak-anak, penyandang disabilitas, lansia, serta keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi.
Pemerintahan yang Terbuka terhadap Kritik dan Aspirasi Rakyat
Dr. Iswadi juga berharap Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan membuka ruang dialog yang sehat dengan berbagai elemen bangsa, termasuk akademisi, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, guru, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat sipil.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab merupakan bagian penting dari demokrasi. Kritik tidak seharusnya selalu dipandang sebagai bentuk perlawanan, melainkan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia menilai pemerintah perlu membangun budaya kerja yang responsif, sehingga aspirasi masyarakat tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi ditindaklanjuti melalui kebijakan yang jelas dan dapat dievaluasi.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar program nasional dapat berjalan efektif sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Pemerintahan yang kuat bukanlah pemerintahan yang menutup diri dari kritik, melainkan pemerintahan yang mampu mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki kekurangan. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok, ungkapnya.
Tahun Ketiga Harus Menghasilkan Perubahan Nyata
Menutup pernyataannya, Dr. Iswadi menegaskan bahwa tahun ketiga pemerintahan Prabowo merupakan kesempatan strategis untuk memperkuat kepercayaan publik melalui hasil pembangunan yang konkret. Ia berharap seluruh jajaran pemerintahan bekerja lebih efektif, menjaga integritas, serta memastikan setiap program nasional memiliki target yang terukur dan mekanisme evaluasi yang terbuka.
Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh presiden, tetapi juga oleh kualitas kerja seluruh kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, mengembangkan budaya saling menghormati, dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing masing demi kemajuan Indonesia.
Sebagai Ketua Umum SPBI, Dr. Iswadi menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan keberanian menyampaikan kritik dan saran yang konstruktif. Dukungan tersebut bukan berarti menutup mata terhadap persoalan, melainkan menjadi dorongan agar pemerintah semakin mampu memenuhi harapan masyarakat.
Harapan kami sederhana, tetapi mendasar: pendidikan semakin berkualitas dan merata, guru semakin sejahtera, lapangan kerja semakin terbuka, hukum semakin adil, korupsi diberantas, dan kehidupan rakyat semakin baik. Jika hal hal tersebut menunjukkan kemajuan nyata, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin kuat, tuturnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan akhir pembangunan bukan semata mata mengejar angka pertumbuhan ekonomi atau pencapaian administratif, melainkan mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, makmur, bermartabat, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Bagi Dr. Iswadi, tahun ketiga pemerintahan Prabowo harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa negara hadir bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kepemimpinan yang berintegritas, kebijakan yang tepat sasaran, dan pelaksanaan program yang konsisten, cita cita Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan diharapkan semakin mendekati kenyataan.
Rakyat tidak hanya menunggu pembangunan diumumkan, tetapi ingin melihat hasilnya dalam kehidupan sehari-hari. Itulah harapan besar kami untuk tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pungkas Dr. Iswadi.##






