Mabestv.Newsz.id, Malang, Dau — Pagi Selasa (24/3/2026) di Taman Rekreasi Sengkaling UMM terasa lebih terjaga. Tepat pukul 09.30 WIB, tiga personel Polsek Dau tiba lewat pintu utama: Iptu Dwi Sujanto yang sehari-hari bertugas di unit intelkam, Aiptu Darmawan dari Lalulintas, dan Aiptu Deny Yudha yang akrab dengan warga Mulyoagung. Mereka tidak datang dengan sirene, melainkan dengan sapaan ke petugas tiket dan security.
Iptu Dwi membuka percakapan di pos keamanan, mengingatkan agar nomor Polisi RW dan Bhabinkamtibmas disimpan di loket. “Kalau ada anak hilang atau dompet tertinggal, hubungi cepat,” ujarnya sambil menulis ulang nomor aduan di papan informasi. Aiptu Darmawan menyusuri jalur perahu bebek, berbincang dengan operator wahana, lalu menitipkan agar pelampung diperiksa sebelum tiap sesi. Sementara Aiptu Deny duduk sebentar di bangku taman, mengobrol ringan dengan ibu-ibu yang mengawasi anak bermain di seluncuran —pesannya simpel: “Jangan lepas pandangan, apalagi di kerumunan.”
Pengunjung pagi itu sekitar 200 orang; keluarga menggelar tikar, remaja berfoto di spot bunga, dan pedagang es dawet mengantri rapi. Patroli berlangsung santai tapi terukur —cek titik parkir, pastikan jalur evakuasi tidak terhalang, dan menyapa petugas kebersihan yang menjadi mata lapangan. Hingga siang menjelang, tak tercatat insiden: tak ada dompet hilang, tak ada anak tersesat. Situasi aman dan kondusif.
Bagi tiga petugas Dau itu, patroli di Sengkaling bukan soal angka, melainkan rasa: anak-anak boleh tertawa puas, orang tua boleh leyeh-leyeh di bawah pohon, dan security merasa punya rekan bila sesuatu terjadi. Selama puncak libur, cara sederhana ini akan terus diulang —polisi hadir, berbicara, dan pergi diam-diam saat semua terkendali.(u-hmssekdau/Imam)