Mabestv.Newsz.id, KEDIRI – Suasana malam pergantian tahun 2025 ke 2026 di Kabupaten Kediri terasa hangat dan penuh semangat, meskipun tanpa pesta kembang api berskala besar. Kondisi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif sepanjang momen penting itu, berkat upaya pengamanan yang intensif dari Polres Kediri Polda Jawa Timur dan dukungan penuh masyarakat.
Sejumlah titik pusat keramaian menjadi fokus pemantauan, antara lain kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) yang selalu menjadi ikon pergantian tahun di Kediri, area pasar malam di berbagai kecamatan, hingga wilayah Kecamatan Pare yang dikenal dengan keramaian warganya. Selama malam Rabu (31/12/2025), petugas mengawasi setiap gerakan di lokasi-lokasi ini untuk mencegah potensi gangguan dan memastikan kenyamanan warga yang berkumpul.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung memimpin operasi pengamanan, menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan warga. Beliau mengungkapkan bahwa kepadatan masyarakat di sejumlah titik keramaian masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan dengan baik. “Keramaian ini masih cukup terkendali. Rata-rata masih dalam kategori tercukupi, baik kapasitas parkir maupun lokasi kegiatan, dan masyarakat juga melaksanakan aktivitas dengan tertib,” ujarnya.
Pengamanan dilakukan secara terpadu melalui pembagian personel dari tingkat Polres, Polsek jajaran, serta penempatan petugas di semua 21 Kecamatan di Kabupaten Kediri. Selain patroli terbuka dengan kendaraan, Polres Kediri juga menggelar patroli jalan kaki dan patroli dialogis, khususnya di kawasan SLG. Patroli dialogis bertujuan untuk menjalin komunikasi langsung dengan warga, sehingga masyarakat merasa aman dan juga termotivasi untuk mematuhi aturan. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga tampak menyapa langsung warga yang menikmati malam pergantian tahun, menyampaikan ucapan selamat dan mengingatkan mereka untuk selalu waspada. Selain itu, beliau juga menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada seluruh personel Polres Kediri melalui radio komunikasi HT, sebagai apresiasi atas kerja keras mereka.
Alasan tidak adanya pesta kembang api berskala besar tahun ini adalah bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang tengah terdampak bencana. “Di banyak daerah juga tidak melaksanakan kegiatan besar sebagai wujud empati pada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah maupun proses pemulihan bencana,” imbuh AKBP Bramastyo. Meskipun tanpa kembang api, malam pergantian tahun tetap meriah dengan nyala lampu rotator semua kendaraan Dinas Polri yang menyala terang di seluruh wilayah Kabupaten Kediri, disertai dengan bunyi sirene dan terompet yang dibunyikan warga di kawasan SLG sebagai tanda perayaan.
Selain itu, sejumlah kegiatan positif juga mengisi malam pergantian tahun, seperti pentas musik lokal yang mengundang seniman daerah untuk memeriahkan suasana, serta penampilan tari tradisional yang memperkuat nilai budaya Kediri. Warga juga antusias berbagi makanan dan minuman dengan tetangga, menciptakan suasana kekeluargaan.
Hingga saat jarum jam menunjuk pukul 00.00 WIB, situasi tetap kondusif tanpa insiden yang mengkhawatirkan. Polres Kediri tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, mematuhi aturan, dan saling mengawasi demi keselamatan bersama di tahun baru yang akan datang.(hms/Imam)