Mabestv.Newsz.id, Malang Wagir, – Di tengah pemandangan alam yang asri Kecamatan Wagir, terdapat Gunung Gong yang menjadi salah satu tempat tersembunyi yang patut dikunjungi. Tempat ini bukan hanya gunung biasa, melainkan milik Prof. Dr. Drs. Mohammad Syahri, seorang dosen yang juga memiliki hasrat besar terhadap pertanian dan pelestarian alam. Gunung Gong yang terletak di sini berperan sebagai pembatas alami antara dua desa, yaitu Desa Sidorahayu di sisi timur dan Desa Jedong di sisi barat, menjadikannya titik temu yang unik bagi warga dari kedua daerah.
Titik awal pendakian menuju Gunung Gong terletak tepat di rumah Profesor Syahri sendiri, yang menjadi titik kumpul dan persiapan sebelum memulai perjalanan. Jalur pendakiannya tidaklah terlalu menantang, namun penuh dengan pesona alam yang memukau. Para pendaki akan menyusuri jalur yang melintasi sungai dan harus menyeberang beberapa bagian sungai – meskipun perlu diperhatikan bahwa akses ke puncak hanya bisa tercapai jika tidak terjadi banjir, sehingga disarankan untuk memilih waktu yang tepat saat mengunjungi.
Setelah memasuki jalur pendakian, tidak lama kemudian para pengunjung bisa beristirahat sebentar di tempat istirahat yang disediakan, di mana mereka bisa menikmati secangkir kopi hangat dan camilan khas seperti pisang goreng yang disiapkan. Seperti yang diceritakan oleh sekretaris Profesor Syahri, setelah istirahat sebentar, sang profesor akan mengajak rombongan untuk melihat kebun miliknya yang luas. Selama perjalanan melihat kebun, mereka juga membawa benih ketela pohon yang berasal dari Donomulyo, menunjukkan semangat berbagi dan memajukan pertanian di daerah tersebut.
Jalur menuju kebun dan puncak gunung penuh dengan naik turun dan berkelok-kelok, serta menyusuri sungai yang cukup besar dengan air yang jernih dan segar. Saat hari cerah, sinar matahari menyinari permukaan air sungai, menciptakan pemandangan yang menenangkan. Di sisi kiri dan kanan jalur, terlihat pohon-pohon yang rimbun, antara lain alpukat dan durian yang sudah mulai berbuah. Meskipun terkadang ada nyamuk yang muncul, nuansa udara yang sejuk terutama pada jam 10 pagi menjadikannya pengalaman yang menyenangkan.
Kebun milik Profesor Syahri di sisi timur (Desa Sidorahayu) ditanami berbagai jenis tanaman yang beragam. Ada sekitar 400 batang pisang Kirana yang tumbuh subur, 10 pohon durian yang sudah mulai menghasilkan buah, dan 100 pohon alpukat yang juga siap panen. Selain itu, juga ditanami jagung manis, pete, maja, dan berbagai jenis tanaman keras yang berfungsi sebagai penopang lereng gunung, sehingga sekaligus melestarikan alam dan memberikan manfaat ekonomi.
Tempat ini tidak hanya cocok untuk berkebun, tetapi juga sebagai tempat untuk latihan fisik, camping di tengah alam, atau bahkan mengadakan rapat yang berbeda dari biasanya. Profesor Syahri sendiri mengajak teman-temannya, termasuk Imam Bukhori, untuk merasakan sensasi eksplorasi yang dia alami dan bergabung dalam aktivitas memetik durian serta berkebun bersama. Dengan segala pesona dan manfaatnya, Gunung Gong milik Prof. Syahri menjadi pilihan yang sempurna bagi mereka yang ingin melarikan diri dari kesibukan kota dan menikmati keindahan alam yang asli.(Imam)