Mabestv.Newsz.id, Malang – Pemandangan toleransi lintas iman tampak dalam renovasi Gedung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Lawang, Malang. Banser bersama unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tokoh lintas agama, hingga organisasi masyarakat bergotong royong menurunkan genting gereja.
Kegiatan itu menjadi penanda dimulainya renovasi gedung gereja. Sejumlah elemen masyarakat turun langsung mulai dari Camat Lawang, Kapolsek, Danramil, Lurah Kalirejo, Ansor, Banser, Lesbumi, Arela, Denpom Lawang, AMPI Kabupaten Malang, Denma Divisi 2 Kostrad, hingga perwakilan lintas agama.
Romo Peni dari Gereja Katolik Jago dan pendeta Ernawati dari GKA Immanuel juga hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama warga gereja dan unsur masyarakat lainnya ikut membantu proses pembongkaran bagian atap gereja.
Satu per satu genting diturunkan dari atas bangunan. Sebagian peserta mengangkat dan menurunkan genting, sementara lainnya menerima dan memindahkan material tersebut agar proses berjalan aman.
Gotong royong tersebut bukan sekadar kegiatan membongkar dan menurunkan genting. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama.
Renovasi GKJW Lawang pun menjadi gambaran bahwa toleransi bukan hanya sebatas slogan. Toleransi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti datang, membantu, dan bekerja bersama.
Ketua Majelis Jemaat GKJW Lawang pendeta Sevi Niasari menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam proses renovasi gereja hari ini. Menurut Sevi, kehadiran masyarakat lintas iman menjadi wujud nyata persaudaraan.
“Kehadiran saudara-saudara adalah wujud kasih dan persaudaraan sebagai sesama manusia. Kita berbeda, tetapi kita adalah keluarga besar umat manusia di bumi Indonesia,” ujar Sevi kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Sementara Camat Lawang Nur Soleh Hidayat mengatakan kegiatan gotong royong tersebut menjadi gambaran nyata toleransi di tengah masyarakat.
Nur Sholeh juga menuturkan bahwa toleransi tidak cukup hanya diwujudkan melalui sikap saling menghormati, tetapi juga dengan hadir dan membantu ketika ada yang membutuhkan.
“Toleransi itu bukan hanya saling menghormati dari kejauhan. Tetapi bagaimana kita hadir, membantu, dan bekerja bersama ketika saudara kita membutuhkan,” kata Nur Soleh terpisah.
Renovasi dilakukan untuk membuat gedung GKJW Lawang menjadi lebih aman dan nyaman bagi jemaat. Pemerintah Kecamatan Lawang berharap seluruh proses renovasi dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai dengan rencana.
Sebelum gotong royong dimulai, kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin pendeta Em Soewignjo Soewondo. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh pendeta Sevi Niasari.(Imam)
