
Mabestv.Newsz.id, MALANG – Ratusan massa yang mengeklaim mewakili warga Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perum Jasa Tirta (PJT) I Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/8/2026). Aksi ini dipicu kebijakan baru yang membatasi akses melintasi Bendungan Lahor, yang merupakan jalur alternatif penghubung kedua kabupaten tersebut.
Sebelumnya, PJT I telah mengeluarkan kebijakan yang mulai berlaku per Sabtu (1/8/2026) pukul 09.00 WIB, yaitu membatasi akses melintasi Bendungan Lahor hanya untuk kendaraan roda dua. Kebijakan ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang selama ini memanfaatkan jalur tersebut sebagai jalan pintas untuk memperpendek jarak tempuh serta menghemat biaya dan waktu perjalanan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.
Aksi dimulai dengan penyampaian orasi secara damai di halaman kantor PJT I Karangkates. Namun, karena perwakilan manajemen tidak kunjung menemui massa, suasana memanas dan massa mulai membakar ban di depan gerbang kantor sebagai bentuk protes.
“Kami ingin Bendungan Lahor ini dibuka untuk masyarakat dan gratis,” tegas salah satu orator aksi.
Setelah menunggu cukup lama, perwakilan massa akhirnya sempat bertemu dengan pimpinan PJT I Karangkates. Sayangnya, forum diskusi yang berlangsung tidak menghasilkan kesepakatan, justru berlangsung panas dan sempat terjadi adu mulut antara kedua belah pihak. Kecewa dengan hasil pertemuan tersebut, massa aksi kemudian mengambil langkah tegas dengan membuka secara paksa portal pembatas yang dipasang untuk kendaraan roda empat di akses Bendungan Lahor.
Koordinator Lapangan aksi, Hadi Wiyono, menjelaskan tuntutan utama warga, yaitu akses melintasi Bendungan Lahor tidak boleh dibatasi maupun dipungut biaya bagi warga dari Kabupaten Malang maupun Kabupaten Blitar.
“Tadi kita disuruh menunggu 15 menit, setelah itu hanya diceramahi. Kita tidak butuh ceramah, kita butuh jalan,” ujar Hadi Wiyono dengan nada tegas.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di sekitar lokasi Bendungan Lahor. Sementara itu, pihak manajemen PJT I Karangkates sejauh ini belum memberikan keterangan apa pun terkait insiden pembukaan paksa portal tersebut. Situasi di lokasi masih dalam pantauan dan berpotensi berkembang lebih lanjut. (imm)





