Mabestv.Newsz.id, SIDOARJO – Sosok Bagus Ardiyansyah menjadi salah satu figur yang menarik perhatian dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo tahun 2026. Pria kelahiran Sidoarjo, 4 Juni 1986 ini maju sebagai calon kepala desa nomor urut 3 dengan membawa semangat perubahan dan penataan desa.
Bagus Ardiyansyah merupakan putra pasangan almarhum Hadi Sudariyo dan Sutik Surani. Ia lahir dan besar di Dusun Payan, Desa Pabean, Kecamatan Sedati. Riwayat pendidikannya dimulai dari TK Dharma Wanita Pabean, kemudian melanjutkan ke SD Pabean 3 yang kini menjadi SD Pabean 1. Setelah itu ia menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Waru dan SMA 17 Surabaya.
Semangat menuntut ilmu terus dilanjutkan hingga perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Hukum di Kartini Ngagel Surabaya.
Setelah menyelesaikan kuliah, Bagus meneruskan usaha keluarga dengan mendirikan CV Sido Joyo pada 11 Januari 2011.
Selain aktif di dunia usaha, Bagus juga dikenal aktif dalam organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Pada tahun 2012, ia bergabung dalam kepengurusan Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang saat itu dipimpin Kyai Asep selaku Ketua Pusat PP Pergunu. Di tahun yang sama, ia juga mengikuti pendidikan Avocat sebagai bekal pemahaman hukum dan advokasi masyarakat.
Dalam kehidupan pribadi, Bagus menikah pada tahun 2013 dengan Rina Kusuma Ningsih asal Semarang. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang anak, yakni M. Wisnu Akbar dan Alifa Hibatillah Arafa. Setelah sempat tinggal di Dusun Dares, Desa Pabean, hingga tahun 2020 keluarga tersebut kemudian pindah ke Dukuh Ngingas, Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Di lingkungan masyarakat Desa Pabean, Bagus dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemerintahan lingkungan. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris RT 15 Desa Pabean, Sekretaris RW 06 Pabean, hingga menjadi sekretaris pengurus makam Dusun Dares.
Pada Pilkades Pabean tahun 2020, Bagus Ardiyansyah juga pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa melawan Sriatun. Meski belum berhasil memenangkan kontestasi tersebut dan memperoleh sekitar 2.250 suara, pengalaman itu menjadi motivasi besar baginya untuk kembali maju dalam Pilkades 2026.
Bagus mengaku dorongan untuk kembali mencalonkan diri datang dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Desa Pabean yang menginginkan perubahan serta penataan desa yang lebih baik. Selain itu, pencalonannya juga menjadi bentuk ikhtiar untuk melanjutkan cita-cita almarhum ayahnya, Hadi Sudariyo.
Diketahui, almarhum Hadi Sudariyo memiliki keinginan besar agar Desa Pabean dapat berkembang lebih baik dengan tata kelola pemerintahan yang tertata. Semangat tersebut juga terinspirasi dari jejak keluarga besarnya, di mana orang tua almarhum pernah menjabat sebagai Ketua BPD terlama di Desa Pabean.(Imam/edy)