Mabestv.Newsz.id, MALANG – Polsek Dau, Membangun keamanan wilayah tidak cukup hanya dengan patroli rutin, namun juga melalui pendekatan hati ke hati dengan masyarakat. Hal inilah yang dilakukan oleh Plt. Kapolsek Dau, AKP Hari Eko Utomo, S.AP., M.H., dalam kegiatan “Sambang Desa” di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Senin pagi (27/4).
Dalam kunjungannya kali ini, AKP Hari Eko Utomo menemui salah satu tokoh agama setempat, Ust. M. Taufik, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP IIBS Al Hamra. Pertemuan yang berlangsung hangat ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama.
Membangun Komunikasi Dua Arah
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal. Ada misi penting di baliknya, yakni menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif melalui jalur komunikasi yang lebih terbuka.
”Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Melalui silaturahmi ini, kami berharap kerja sama dalam menjaga keamanan wilayah Dau bisa berjalan lebih solid,” ujar AKP Hari Eko Utomo, S.AP.,M.H.
Sosialisasi Layanan Cepat 110
Selain berdiskusi mengenai situasi lingkungan, Kapolsek juga memanfaatkan momen ini untuk mensosialisasikan Call Center 110. Layanan gratis milik Polres Malang ini disiapkan agar warga dapat melaporkan gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat dan responsif.
Poin Penting dalam Pertemuan
Himbauan Kamtibmas: Mengajak tokoh agama untuk berperan aktif mengedukasi masyarakat dalam menjaga kedamaian lingkungan.
Sinergi Pendidikan: Mengingat sasaran adalah tokoh pendidikan, diharapkan nilai-nilai sadar hukum bisa tertanam sejak dini di lingkungan sekolah.
Informasi Terbuka: Pihak Polsek Dau membuka pintu seluas-luasnya bagi masukan dan informasi dari masyarakat demi perbaikan pelayanan.
Ust. M. Taufik menyambut baik inisiatif ini. Beliau mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Polsek Dau dan menyatakan kesiapannya untuk terus menjalin koordinasi demi kenyamanan warga Mulyoagung.
Hingga kegiatan berakhir, suasana tetap berjalan aman dan lancar. Langkah “Sambang Desa” ini membuktikan bahwa koordinasi yang baik antara ulama dan umara (pemerintah/aparat) adalah kunci utama terciptanya wilayah yang harmonis.(u-hmssekdau/Imam)