Mabestv.Newsz.id, Sidoarjo – Kegiatan pengajian rutin Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, memasuki pekan keempat sekaligus menjadi pengajian terakhir di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Pertapan Maduretno pada Minggu pagi (16/03/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Pengajian yang menjadi agenda rutin setiap Ahad selama bulan Ramadan ini diikuti kurang lebih seratus jamaah dari warga setempat. Para jamaah terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut hingga memadati halaman dan pendopo balai desa untuk mendengarkan tausiyah keagamaan.
Acara pengajian tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Pertapan Maduretno, H. Heru Sutiyo, S.E., para perangkat desa, unsur lembaga desa, tokoh masyarakat, serta jamaah pengajian rutin yang selama ini aktif mengikuti kegiatan keagamaan di desa tersebut.
Hadir sebagai penceramah dalam pengajian tersebut, KH. Abdul Haq dari Sidoarjo yang menyampaikan tausiyah mengenai hukum syariat Islam, pentingnya rasa syukur, keikhlasan dalam beribadah, serta bagaimana umat Islam memanfaatkan harta dengan baik sesuai ajaran agama.
Dalam ceramahnya, KH. Abdul Haq juga menekankan agar manusia menempatkan harta di tangan, bukan di hati. Menurutnya, pada hakikatnya segala yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Allah SWT, sehingga harta tersebut harus dimanfaatkan untuk kebaikan serta membantu sesama yang membutuhkan. Ia juga mengajak para jamaah untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
“Segala yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus pandai bersyukur dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk membantu sesama melalui sedekah dan zakat,” ungkapnya di hadapan para jamaah.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.
Sementara itu, Kepala Desa Pertapan Maduretno, H. Heru Sutiyo, S.E., yang akrab disapa Abah Heru, menjelaskan bahwa kegiatan pengajian rutin Ahad pagi di Desa Pertapan Maduretno telah menjadi tradisi keagamaan yang dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan. Menurutnya, kegiatan tersebut mulai digelar sejak tahun 2014 dan terus berlangsung hingga sekarang.
Abah Heru menuturkan, setiap bulan Ramadan Pemerintah Desa Pertapan Maduretno secara konsisten mengadakan pengajian rutin sebanyak empat kali, yakni setiap hari Ahad selama bulan Ramadan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan keimanan serta mempererat kebersamaan masyarakat.
“Sejak tahun 2014 Pemerintah Desa Pertapan Maduretno sudah menggelar pengajian rutin Ahad pagi selama bulan Ramadan. Setiap Ramadan kita laksanakan empat kali pengajian, dan alhamdulillah sampai sekarang kegiatan ini tetap berjalan dengan baik dan mendapat antusias dari masyarakat,” jelas Abah Heru.
Dalam sambutannya, Abah Heru juga menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pelayanan Pemerintah Desa Pertapan Maduretno menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia menjelaskan bahwa pelayanan di kantor desa masih dibuka hingga hari Selasa, sedangkan mulai hari Rabu pelayanan akan diliburkan sementara sesuai dengan ketentuan libur Hari Raya Idul Fitri yang telah ditetapkan pemerintah.
Meski demikian, Abah Heru menegaskan bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila ada kebutuhan yang mendesak.
“Walaupun pelayanan kantor desa libur, apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan mendesak, silakan langsung menghubungi saya atau perangkat desa. Kami tetap siap melayani masyarakat yang membutuhkan,” ujar Abah Heru.
Menurut Abah Heru, keberlangsungan kegiatan pengajian rutin ini tidak lepas dari dukungan masyarakat serta para tokoh agama yang selalu berperan aktif dalam memberikan tausiyah dan pembinaan keagamaan bagi warga desa. Ia pun berharap kegiatan pengajian rutin ini dapat terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat Desa Pertapan Maduretno.(Imam/edy)