Mabestv.Newsz.id, GRESIK – Ketegangan menyelimuti warga Desa Setro, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, setelah ditemukannya satu buah benda yang diduga merupakan Granat Nanas di area makam desa pada hari Rabu (17/12/2025) pukul 12.00 WIB. Berkat kecepatan tindakan Polsek Menganti dan bantuan Tim Jibom (Jalanan Bom) Satbrimob Polda Jawa Timur, benda berbahaya tersebut berhasil dipusnahkan dengan aman tanpa menimbulkan kerusakan atau korban jiwa.
Kejadian dimulai ketika Saidun (60 tahun), seorang petani yang juga menjabat sebagai juru kunci makam Desa Setro, sedang melakukan pengecekan di area makam seperti biasa. Saat mengelilingi bagian belakang areal pemakaman yang sedikit tersembunyi di balik pepohonan, ia tiba-tiba melihat benda bundar berwarna hijau kehitaman yang terletak di atas tanah kering. Bentuk dan ukuran benda itu membuatnya merasa curiga, karena mirip dengan gambaran Granat Nanas yang pernah ia lihat di media.
“Saat pertama kali melihatnya, saya langsung merasa tidak nyaman. Bentuknya mirip dengan granat yang saya ketahui, jadi saya tidak berani mendekatinya. Segera saya hubungi ketua RT dan kemudian perangkat desa untuk memberitahu hal ini,” ujar Saidun, yang masih terlihat kaget ketika ditemui setelah proses disposal selesai. Perangkat desa yang menerima laporan segera menghubungi Polsek Menganti untuk meminta bantuan, mengingat bahaya yang potensial dari benda tersebut.
Setelah menerima panggilan darurat, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman langsung menuju lokasi bersama dengan sejumlah anggota polisi. Sesampai di tempat, tim polisi segera melakukan pengecekan awal dan memastikan bahwa benda tersebut memang memiliki ciri-ciri Granat Nanas – sebuah jenis senjata api tekanan yang berbahaya jika tersentuh atau terkena benturan. Untuk mencegah warga mendekati, petugas segera memasang garis police line di sekitar TKP (Tempat Kejadian) dan memberitahu warga untuk tetap berada di jarak aman.
“Kami tidak berani menangani benda tersebut secara langsung karena risikonya terlalu besar. Segera setelah memastikan ciri-ciri granat, saya menghubungi Tim Jibom Satbrimob Polda Jatim untuk meminta bantuan evakuasi dan disposal,” jelas AKP Arif Rahman. Selama menunggu tim Gegana tiba, petugas polisi dan perangkat desa terus memantau lokasi dan melarang siapa pun memasuki area yang dikelilingi garis police line.
Setelah menunggu sekitar 2 jam 45 menit, Tim Gegana Unit Jibom Satbrimob Polda Jatim yang dipimpin oleh Aipda Hakim tiba di lokasi pukul 14.45 WIB. Tim yang dibekali peralatan perlindungan dan peralatan pemusnahan segera melakukan pengecekan ulang terhadap benda berbahaya. Setelah memastikan bahwa itu memang Granat Nanas yang masih memiliki potensi meledak, tim kemudian mencari lokasi disposal yang aman – akhirnya memilih lahan kosong yang berjarak sekitar 500 meter dari area makam, yang tidak dipadati warga atau bangunan.
Selama proses persiapan disposal, beberapa pejabat penting juga hadir untuk memantau, antara lain Kapten Didik (Danramil Menganti), Aiptyu Tri (Kanit Reskrim Menganti), Aiptyo Topan (Kanit Intelkam Menganti), serta personil polsek, koramil, dan perangkat desa. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan jalur akses ke lokasi disposal tetap terbebas dari warga dan kendaraan.
“Kami melakukan pengecekan menyeluruh terhadap lokasi disposal untuk memastikan tidak ada hal yang dapat mengganggu proses. Seluruh personil juga menggunakan perlindungan yang sesuai untuk mencegah risiko apa pun,” ungkap Aipda Hakim. Pada pukul 15.00 WIB, proses disposal secara resmi dimulai. Tim Gegana melakukan langkah-langkah yang teliti untuk memusnahkan Granat Nanas, dan dalam waktu singkat, benda berbahaya tersebut berhasil diledakkan dengan aman di lahan kosong.
Proses disposal berjalan lancar tanpa menimbulkan kerusakan apapun pada lingkungan sekitar atau membahayakan siapa pun. Setelah proses selesai, tim Gegana melakukan pengecekan kembali lokasi untuk memastikan tidak ada sisa-sisa benda yang masih berbahaya. Warga yang sebelumnya merasa cemas pun akhirnya lega ketika mendengar bahwa granat telah dipusnahkan dengan aman.
“Kami sangat berterima kasih kepada polisi dan tim Gegana yang cepat bertindak. Tanpa mereka, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Semoga tidak ada lagi temuan benda berbahaya seperti ini di daerah kita,” ujar Sutrisno (45), seorang warga Desa Setro yang menyaksikan proses dari jarak aman.
AKP Arif Rahman menegaskan bahwa Polsek Menganti akan terus melakukan pengawasan terhadap wilayahnya dan mengajak warga untuk waspada. Jika menemukan benda yang tidak dikenal atau mencurigakan, warga disarankan untuk tidak mendekatinya dan segera melaporkan ke polisi. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan masyarakat. Setiap laporan tentang benda berbahaya akan kami tindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.
Setelah proses selesai, Kapolsek Menganti membuat laporan resmi tentang temuan dan disposal Granat Nanas tersebut, yang kemudian disampaikan kepada Kapolres Gresik dengan menembuskan ke beberapa pejabat terkait di Polres Gresik.(Imam)