Mabesnews.com, Batam – Silaturahmi antara Pengurus Perkumpulan Muballigh Batam (PMB) Batam Kota dengan para pengurus masjid dan musholla se-Batam Kota berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh keinginan untuk saling mengingatkan. Pertemuan ini digelar sebagai ikhtiar merajut kembali benang ukhuwah, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa waktu lagi. Momentum ini dimaknai sebagai ruang bersama untuk menyamakan niat, memperkuat komunikasi, dan meneguhkan peran dakwah di tengah masyarakat.
Pertemuan malam tersebut tercatat sebagai yang paling banyak dihadiri peserta. Antusiasme ini tidak lepas dari peran aktif Ketua PMB Batam Kota, Robi Kurniawan, M.Ag., yang melakukan komunikasi personal kepada para pengurus masjid dan musholla. Kehadiran yang melimpah ini diharapkan membawa berkah sekaligus harapan baru bagi terbangunnya sinergi dakwah yang lebih solid dan berkelanjutan.
Dalam suasana silaturahmi, terungkap keinginan masing-masing pihak. PMB Batam Kota berharap adanya kerja sama yang semakin kuat dalam pengelolaan muballigh, khatib, dan imam agar pelayanan ibadah berjalan tertib dan berkualitas. Sementara itu, pengurus masjid dan musholla mengharapkan adanya keterbukaan informasi, pembaruan data muballigh, serta peningkatan profesionalisme dalam pelaksanaan khutbah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Angga Putra, pengurus Masjid Baitul Amal Marselia, menyampaikan harapan agar kebersamaan dan kekompakan senantiasa terjaga. Ia menegaskan bahwa kekuatan dakwah terletak pada persatuan dan saling pengertian antarelemen umat, sehingga masjid dan musholla dapat terus menjadi pusat pembinaan umat yang menenangkan.
Sesi diskusi menjadi bagian yang paling hidup dalam pertemuan tersebut. Pak Hendrik dari Eden Park menyampaikan beberapa masukan penting, di antaranya perlunya variasi jadwal khatib agar tidak monoton, pembaruan nomor telepon muballigh yang banyak berubah, serta harapan agar setiap pergantian khatib dapat diinformasikan secepat mungkin kepada pihak masjid. Masukan ini mencerminkan kebutuhan pengurus masjid akan sistem yang lebih rapi dan komunikatif.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PMB Batam Kota, Ustadz Robi Kurniawan, M.Ag., menyampaikan bahwa seluruh masukan akan menjadi pekerjaan rumah bagi PMB. Ia menegaskan komitmen untuk melakukan pembenahan, baik dalam pendataan muballigh maupun pengaturan jadwal khutbah. Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan waktu bagi para khatib agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan jamaah merasa nyaman. PMB, menurutnya, siap berproses dan merealisasikan masukan tersebut secara bertahap.
Masukan berikutnya datang dari Bapak Hentian, pengurus Masjid Al-Munawwarah Anggrek Sari. Ia berharap ke depan PMB dapat membantu menyediakan khatib yang juga mampu menjadi imam, mempertanyakan kesesuaian standar bisyarah, serta mengingatkan agar durasi khutbah menjadi perhatian bersama. Menanggapi hal ini, Ustadz Robi Kurniawan kembali menegaskan kesiapan PMB untuk berupaya menyesuaikan kebutuhan masjid dengan kemampuan muballigh yang ada, termasuk dalam hal penugasan imam dan khatib.
Dari Musholla Al-Jihad Sei Panas, Pak Age Purwito menyampaikan kondisi keterbatasan bisyarah yang hanya sebesar Rp150.000. Ia berharap PMB dapat mempertimbangkan pengutusan muballigh yang jaraknya tidak terlalu jauh. Tanggapan ini kemudian direspons oleh Ustadz Akmal yang mengingatkan pentingnya pengaturan parkir kendaraan muballigh di lokasi ceramah agar tidak menimbulkan kendala di lingkungan sekitar. Ia berharap ke depan terjalin kerja sama yang saling memahami dan menguatkan.
Terkait persoalan bisyarah, Ustadz Hambali memberikan pandangan yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa dakwah tidak semestinya diukur dari besar kecilnya amplop. Seorang muballigh sejatinya siap berdakwah baik dekat maupun jauh tanpa menjadikan materi sebagai ukuran utama. Ia juga menjelaskan bahwa PMB memiliki sistem klasifikasi muballigh, yakni grade A yang siap menjadi imam dan khatib, grade B yang fokus sebagai khatib, dan grade C yang bertugas menyampaikan kultum. Dengan sistem ini, penugasan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masjid dan musholla.
Menutup rangkaian diskusi, Ustadz Badar dari PMB Batam Kota mengingatkan kembali tugas pokok pengurus masjid dan musholla. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas akidah dan imam, memelihara akhlak dalam setiap interaksi, serta memperkuat ukhuwah Islamiah. Ia juga mengingatkan agar komunikasi, termasuk melalui grup WhatsApp, dijaga dengan bijak dan tidak berlebihan agar tidak menimbulkan gesekan di antara sesama.
Silaturahmi ini menjadi potret kuatnya keinginan bersama untuk saling memahami dan melangkah seiring. Dengan dialog yang terbuka dan niat yang tulus, pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam menyambut Ramadan, memperkuat pelayanan dakwah, serta menjaga keharmonisan antara PMB Batam Kota dan pengurus masjid serta musholla di seluruh wilayah Batam Kota.(Nursalim Turatea).