Mabestv.Newsz.id, SURABAYA – Seringkali masyarakat memahami makna keluarga hanya sebatas hubungan kekerabatan yang terikat oleh darah dan garis keturunan. Namun, pandangan ini ternyata perlu diperluas. Advokat Rikha Permatasari menyampaikan pandangan mendalam mengenai makna sejati dari sebuah ikatan kekeluargaan yang sesungguhnya tidak melulu soal asal-usul biologis.
“Kita sering mendengar ungkapan ‘tidak sedarah, namun melebihi ikatan darah’. Ungkapan ini bukan sekadar kata-kata indah, melainkan sebuah kenyataan hidup yang dirasakan banyak orang,” ujar Rikha Permatasari. Ia menambahkan, di dunia nyata seringkali ditemukan kenyataan yang menyentuh sekaligus mengajarkan kita: ada orang yang lahir dari rahim yang sama, memiliki darah yang sama persis, namun justru memilih untuk menjauh saat kita sedang terjatuh, sedang dalam kesulitan, atau saat kita paling membutuhkan dukungan dan kehadiran orang terdekat.
Sebaliknya, lanjutnya, ada pula orang-orang yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah, tidak ada kaitannya dengan silsilah keluarga kita, namun justru hadir tanpa diminta, mengulurkan tangan tulus saat orang lain berbalik pergi, dan tetap berdiri kokoh di sisi kita ketika seolah-olah seluruh dunia telah meninggalkan kita.
“Keluarga sejati itu sebenarnya tidak pernah ditentukan oleh siapa orang tua kita, siapa kerabat kita, atau dari mana asal keturunan kita. Keluarga sejati adalah mereka yang dengan sadar dan tulus memilih untuk setia, saling menguatkan di saat berat, saling menjaga dengan sepenuh hati, dan berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain, baik dalam keadaan suka maupun duka,” tegas pengacara yang dikenal vokal ini.
Ia menegaskan bahwa fakta hidup sering kali membuktikan hal yang berkebalikan dengan anggapan umum: “Yang sedarah belum tentu saling menopang saat beban terasa berat. Namun mereka yang tidak sedarah, justru sering kali menjadi tempat bersandar yang paling kokoh, paling aman, dan paling bisa diandalkan seumur hidup.”
Menurut Rikha Permatasari, pada akhirnya ada satu hal yang paling mendasar: bukan darah yang mengalir di tubuh yang membuat seseorang menjadi berarti dan berharga dalam hidup kita. Yang menjadikan seseorang sebagai keluarga sejati adalah ketulusan hati yang mereka berikan, kesetiaan yang tak tergoyahkan, kepedulian yang tulus tanpa pamrih, serta kasih sayang yang diterima tanpa syarat apa pun.
“Untuk setiap jiwa yang telah memilih untuk hadir, mendampingi, dan menjadi bagian dari keluarga kita meski tak terikat hubungan darah: terima kasih yang sebesar-besarnya. Kalian adalah anugerah yang tak ternilai harganya, yang membuat hidup terasa lebih ringan, lebih hangat, dan penuh makna,” tutupnya.(Imam)