Mabestv.Newsz.id, Jakarta – Berbicara mengenai UBS, menurut saya kunci utama untuk keluar dari keterpurukan ekonomi adalah persatuan. Kita harus mampu bersatu, terutama sesama umat, tanpa melihat perbedaan golongan, aliran, ataupun latar belakang. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama melawan kemiskinan dan memperbaiki kondisi ekonomi.
Kita memang sudah merdeka puluhan tahun, namun realitasnya ekonomi kita masih menghadapi tekanan. Karena itu, diperlukan gerakan nyata. Dalam peran saya di Muhammadiyah sebagai Dewan Pakar Ekonomi, saya melihat bahwa masjid memiliki potensi besar, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis syariah.
UBS hadir sebagai salah satu sarana atau kendaraan untuk mewujudkan hal tersebut. Ke depan, kita tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga menyediakan kebutuhan pokok seperti beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik. Ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Visi dan misi kita sederhana namun kuat, yaitu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membantu orang lain. Ketika seseorang berhasil, maka ia memiliki tanggung jawab moral untuk membantu yang lain agar ikut bangkit.
Kita ingin mengubah kehidupan bersama. Tidak ada kata terlambat, meskipun usia sudah tidak muda. Yang penting adalah semangat kebersamaan, rasa bahagia, dan keinginan untuk maju bersama. Keberhasilan sejati adalah ketika kita bisa berbagi dan membawa orang lain menuju keberhasilan yang sama.
Dalam pelaksanaannya, peran leader atau upline sangat penting. Mereka yang akan menjalankan program, memberikan pelatihan, serta membimbing anggota secara bertahap. Saya sendiri lebih berperan dalam memberikan arah, dukungan, serta visi besar yang ingin dicapai bersama.
Yang paling penting dari semua ini adalah persatuan. Tanpa persatuan, kita akan terus menjadi objek dalam sistem ekonomi. Saya tidak membahas politik secara langsung, namun kita tidak bisa menutup mata bahwa ekonomi sering kali berkaitan dengan kekuatan yang lebih besar.
UBS sendiri terbuka untuk semua kalangan. Tidak terbatas pada satu agama atau kelompok tertentu. Justru dengan keberagaman, kita bisa memperkuat jaringan dan memperbesar peluang untuk berhasil bersama.
Kita juga tidak bisa mengabaikan kondisi sosial yang ada. Banyak permasalahan, termasuk kriminalitas, yang berawal dari tekanan ekonomi. Oleh karena itu, kita ingin hadir memberikan solusi melalui edukasi, peluang usaha, dan pendampingan.
Ke depan, akan ada berbagai program kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan instansi pemerintah. Ini menjadi bagian dari upaya memperluas dampak dan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
Dari sisi produk, kita memastikan kualitas yang baik, tanpa efek samping, harga yang kompetitif, serta sistem bonus yang jelas dan berkelanjutan. Bahkan keuntungan yang diperoleh dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
Program-program tambahan seperti kegiatan kebersamaan, pengembangan jaringan, hingga event tertentu akan terus dikembangkan oleh para leader. Semua ini bertujuan memperkuat solidaritas dan mempererat hubungan antar anggota.
Memang tidak mudah mempersatukan masyarakat dalam jumlah besar, tetapi kita tidak boleh menyerah. Sekecil apa pun langkah yang kita ambil, itu adalah bagian dari perubahan.
Harapan besar kita adalah mampu menciptakan kemandirian ekonomi, sehingga masyarakat tidak lagi menjadi objek, melainkan menjadi pelaku utama dalam perekonomian. Jika kita tidak memulai sekarang, maka masa depan generasi berikutnya bisa saja tetap menghadapi kondisi yang sama.
Melalui UBS, kita ingin menghadirkan perubahan: masyarakat yang lebih mandiri, lebih sejahtera, dan mampu saling mendukung dalam kebaikan.
/supriyadi