Mabestv.Newsz.id, Ponorogo, 23 Januari 2026 – Kisah perubahan hidup yang menyentuh hati datang dari Kabupaten Ponorogo. Limbat (58 tahun), seorang pria yang dulunya terjebak dalam kesibukan duniawi tanpa arah, kini menemukan kedamaian batin setelah secara sadar memilih kembali kepada Sang Pencipta melalui ajaran Islam.
Sebelum menemukan jalan spiritualnya, Limbat mengaku merasa seperti “kapal yang hanyut di lautan luas tanpa kompas”. Setiap hari diisi dengan pekerjaan dan urusan duniawi, namun rasa kosong di dalam hati tidak pernah hilang. “Saya bekerja keras, punya keluarga yang mencintai, tapi rasanya ada sesuatu yang kurang. Kadang saya bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuan hidup saya ini?” ungkapnya dengan nada yang penuh makna, saat ditemui di majelis taklim Nurul Huda yang kini menjadi tempatnya mencari kebenaran.
Perubahan dimulai ketika seorang teman dekat mengajaknya menghadiri kajian rutin yang membahas tentang pentingnya mengikuti petunjuk para ustadz sebagai pemimpin dalam menjalankan ajaran agama. Setelah beberapa kali menghadiri, kesadaran perlahan tumbuh dalam hatinya. Akhirnya, pada suatu malam, ia melakukan munajat yang mendalam di tempat ibadah setempat.
“Dalam munajat itu, saya merenungkan semua kesalahan yang pernah saya lakukan – mulai dari yang sepele hingga hal-hal yang membuat hati saya merasa berat. Saya memohon ampunan dengan sepenuh hati dan berkomitmen untuk menjalankan ajaran agama dengan sungguh-sungguh,” ucap Limbat sambil menahan emosi.
Salah satu Pengurus Kajian menyampaikan bahwa perubahan yang terjadi pada Limbat sungguh luar biasa. “Dia bukan hanya datang ke majelis taklim, tapi juga aktif berbagi ilmu dengan sesama jamaah. Banyak orang yang terinspirasi melihat bagaimana dia bisa mengubah pola hidupnya – dari yang dulu jarang shalat hingga sekarang selalu tepat waktu menjalankan ibadah wajib dan sunnah,” katanya.
Limbat juga berbagi pesan kepada siapa saja yang masih merasa hilang arah atau terjebak dalam kesalahan masa lalu. “Jangan pernah merasa bahwa sudah terlambat untuk kembali kepada Sang Pencipta. Setiap detik adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Saya buktikan sendiri bahwa dengan kesadaran dan tekad yang kuat, kita bisa menemukan jalan yang benar dan merasakan kedamaian batin yang sesungguhnya,” tandasnya dengan penuh harap.
Kisah perjalanan spiritual Limbat ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran untuk kembali kepada Sang Pencipta dapat membawa perubahan positif yang mendalam dalam hidup seseorang. Semoga kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus mencari kebenaran dan menjalani hidup yang penuh berkah.(Imam)