
Mabestv.Newsz.id, MALANG – Menyambut momen pergantian tahun baru Jawa Suro, Komunitas Singo Renggo Waskito (SRW) berkolaborasi dengan Mbagedhut Crew serta didukung penuh oleh Nakagomiofficial Store menyelenggarakan acara budaya besar bertajuk Gebyak Suro SRW Mbagedhut 2026 dengan tema “Tilik Sisik: Melik Candhi Rengga”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 10–11 Juli 2026, berpusat di kawasan Jalan Kertareja RW.03, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Gebyak Suro ini bukan sekadar perayaan seremonial semata, melainkan dirancang dengan dua tujuan utama: pertama, menjaga dan melestarikan warisan seni budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat; kedua, menjadi ajang pemberdayaan ekonomi rakyat melalui penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Singosari dan sekitarnya. Penyelenggara ingin memastikan tradisi tidak hilang tertelan zaman, sekaligus membuka ruang bagi ekonomi warga untuk terus bergerak maju.
Acara ini digagas dan dikelola sepenuhnya oleh Komunitas Singo Renggo Waskito bersama Mbagedhut Crew, dengan dukungan penuh dari Nakagomiofficial Store. Ketua Panitia sekaligus perwakilan penyelenggara, Moch Anas Ardiansyah, turun langsung memimpin persiapan hingga pelaksanaan.
Pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (10/7/2026), kegiatan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, unsur tiga pilar, dan tokoh masyarakat, antara lain:
1. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Bapak Drs. Firmando Hasiholan, M.M.;
2. Camat Singosari, Bapak Wellem, S.Sos., S.Ling.;
3. Danramil Singosari yang diwakili Sertu Zaini;
4. Kapolsek Singosari yang diwakili Aipda Taufik;
5. Lurah Candirenggo, Ibu Melani Astuti, S.Sos.;
6. Babinsa Candirenggo Serda Lukman;
7. Ketua LPMK Kelurahan Candirenggo, Bapak Ivan Syailendra;
8. Ketua RW 13, Bapak Yoyok.
Selain itu, acara juga dihadiri oleh seniman budaya, pelaku UMKM, generasi muda, serta diharapkan kehadiran seluruh lapisan masyarakat, wisatawan, dan pecinta budaya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Drs. Firmando Hasiholan, M.M., memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif Komunitas Singo Renggo Waskito dan seluruh pihak yang terlibat. Gebyak Suro ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tidak hanya berharga sebagai warisan leluhur, melainkan juga dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang sangat mendukung langkah kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga tradisi. “Kegiatan seperti ini selaras dengan visi kami menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Semoga semangat yang ditunjukkan warga Candirenggo dapat menular ke wilayah lain, sehingga kearifan lokal kita semakin dikenal dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan warga,” tambahnya.
Kegiatan hari pertama pada Jumat (10/7/2026) dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai dengan rangkaian: kirab budaya, peninjauan stand bazar, penampilan tarian tradisional, prosesi cabutan gunungan, sambutan resmi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, hingga acara penutup.
Sedangkan untuk rangkaian kirab budaya di hari kedua: Sabtu, 11 Juli 2026 dimulai pukul 14.00 WIB, berangkat dari Sumber Kampung Sukun, Desa Candirenggo berkeliling wilayah setempat.
Seluruh atraksi yang disiapkan meliputi Kirab Reog Ponorogo, Kirab Bantengan, Kirab Tumpeng, Bazar produk unggulan UMKM lokal, hingga Bazar Kopla’an Kampoeng Jadul.
Ketua Panitia Moch Anas Ardiansyah menegaskan, “Kami bertekad penuh memperkuat peran UMKM sebagai motor pemerataan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, menjadikannya tulang punggung ekonomi yang mandiri dan berdaya saing kuat.”
Ia menambahkan, pihaknya juga berkomitmen menjaga identitas budaya: “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, generasi muda, dan masyarakat untuk melestarikan seni budaya lewat edukasi, pemanfaatan teknologi digital, dan pagelaran, agar tradisi tetap relevan dan memperkuat kebanggaan lokal.”
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan aman. Diharapkan acara ini semakin memperkokoh persatuan warga serta menjaga kearifan lokal tetap hidup.(Imam)







