
Mabestv.Newsz.id, SURABAY – Deru mesin sepeda motor dan teriknya aspal jalanan Kota Surabaya menjadi saksi bisu perjuangan para perempuan tangguh. Di antara jutaan roda yang berputar, terselip kisah haru para ibu tunggal (janda) yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga tunggal dengan menjadi pengemudi ojek online demi menyambung hidup anak-anaknya.
Tergugah oleh realitas perjuangan tersebut, LASKAR SUROBOYO bersama sayap donatur tetap ARSAS, “23berbagi”, meluncurkan program sosial bertajuk penyaluran paket sembako dan santunan khusus bagi para janda ojek online di Kota Surabaya.
Kegiatan ini bukan aksi insidental sekali jalan. Didukung penuh oleh komitmen filantropi 23berbagi, aksi kemanusiaan ini dirancang sebagai agenda rutin setiap bulan guna memastikan kebutuhan pangan pokok keluarga pejuang aspal perempuan ini tetap terjaga secara berkelanjutan.
Ketua Umum ARSAS sekaligus pendiri LASKAR SUROBOYO, Herry bimantara menegaskan bahwa para janda ojol adalah pahlawan keluarga masa kini yang patut mendapatkan penghormatan dan perlindungan nyata dari seluruh elemen warga Surabaya.
“Melihat seorang ibu harus berpanas-panas dan menerjang hujan di jalanan Surabaya dari pagi hingga larut malam demi membelikan susu dan membayar SPP anaknya adalah pemandangan yang mengiris hati nurani kita. Mereka tidak pernah meminta belas kasihan, mereka bekerja halal dan terhormat. Oleh karena itu, LASKAR SUROBOYO bersama saudara kami ’23berbagi’ hadir untuk memastikan dapur mereka tetap mengepul dan anak-anak mereka tidak putus sekolah,”_ ujar Herry Bimantara saat meninjau pembagian paket logistik.
Pihak 23berbagi selaku donatur tetap menegaskan tekadnya untuk terus bergandengan tangan bersama Laskar Suroboyo dan ARSAS agar jangkauan bantuan ini semakin meluas setiap bulannya. Bagi 23berbagi, konsistensi adalah kunci utama filantropi kerakyatan agar dampak manfaatnya benar-benar mengubah kehidupan penerima.
Lebih jauh, inisiatif ini secara terbuka dimaksudkan untuk mengetuk pintu hati dan membuka mata jajaran Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Wali Kota Eri Cahyadi dan Dinas Sosial, agar memberikan perhatian khusus dan perlindungan terpadu bagi kelompok pekerja rentan perempuan ini.
_”Kami di arus bawah membuktikan bahwa gotong royong warga bisa melahirkan aksi nyata. Namun, kami juga mendorong Pemkot Surabaya yang memiliki instrumen kebijakan besar untuk hadir lebih dekat. Para janda pejuang ojol ini membutuhkan intervensi data yang tepat—mulai dari kemudahan akses intervensi gamis (keluarga miskin), prioritas beasiswa sekolah bagi putra-putrinya, hingga jaminan keselamatan kerja BPJS Ketenagakerjaan. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian menjaga masa depan anak-anak Surabaya,”_ tegas Herry dengan penuh harap.
Melalui sinergi nyata antara LASKAR SUROBOYO, 23berbagi, dan dorongan kolaborasi kepada Pemkot Surabaya, gerakan ini diharapkan menjadi lilin penerang yang membuktikan bahwa semangat Arek Suroboyo bukan hanya berani di jalanan, melainkan Wani Peduli, Wani Berbagi, dan Wani Menjaga Wong Cilik!
Informasi & Kerja Sama Kemanusiaan:_
Sekretariat LASKAR SUROBOYO & Humas ARSAS
Kolaborasi: 23berbagi
Narahubung: Herry Bimantara (0813-5838-9722)
Motto: “Wani Peduli, Wani Berbagi, Wani Jogo Suroboyo!”




