Mabestv.Newsz.id, Surabaya — Di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menghadirkan sebuah semangat baru yang terangkum dalam satu kata sederhana namun sarat makna, JOGOPERAK
Lebih dari sekadar logo atau slogan, JOGOPERAK merupakan representasi nilai-nilai kebersamaan, loyalitas, integritas, dan rasa memiliki yang harus tertanam dalam diri setiap personel. Kata Jogo, yang dalam bahasa Jawa berarti menjaga, menjadi pengingat bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik, kehormatan, serta marwah institusi yang menjadi tempat mereka mengabdi.
Semangat tersebut diperkuat oleh ungkapan khas Jawa, “Tak titipno Polres Pelabuhan Tanjung Perak, teko beboyo yo lur.”Sebuah kalimat sederhana yang mengandung makna mendalam: Polres Pelabuhan Tanjung Perak adalah amanah bersama yang harus dijaga dari segala bentuk tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat maupun mencoreng nama baik institusi.
Filosofi JOGOPERAK juga sejalan dengan komitmen Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan, S.I.K., yang terus mendorong seluruh personel untuk membangun budaya kerja yang profesional, humanis, berintegritas, serta mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Semangat tersebut mendapat dukungan penuh dari Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP A.A. Putrawan, S.H., M.H. Menurutnya, menjaga institusi bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi merupakan kewajiban seluruh personel.
“Ayo lur, JOGOPERAK bareng-bareng. Ini sawah ladang kita bersama. Di sinilah kita bekerja, bertugas, mengabdi, sekaligus mencari nafkah untuk keluarga. Karena itu, mari kita jaga bersama,” ujar Putrawan.
Ia menegaskan, keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari kuatnya rasa persaudaraan, kekompakan, serta kepedulian seluruh personel terhadap tempat mereka mengabdi.
Menurut Putrawan, pengabdian kepada Polri bukan sekadar menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), melainkan sebuah panggilan jiwa yang menuntut dedikasi, loyalitas, dan keikhlasan.
Selama kurang lebih delapan hingga sembilan bulan bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, ia mengaku telah merasakan ikatan emosional yang begitu kuat.
“Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah saya anggap seperti rumah sendiri. Hampir setiap hari saya pulang larut malam. Bahkan, waktu bersama keluarga terkadang harus saya korbankan. Semua itu saya jalani sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian untuk memberikan yang terbaik kepada Polri dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyadari bahwa setiap bentuk pengabdian tidak selalu mudah dan tidak selalu mendapatkan apresiasi. Namun, menurutnya, setiap perjuangan yang dilakukan dengan tulus akan menemukan hasil terbaik pada waktunya.
“Semua akan indah pada waktunya. Bersama Tuhan kita serang dari langit,” tuturnya penuh keyakinan.
Kini, JOGOPERAK telah menjelma menjadi lebih dari sekadar identitas visual. Ia menjadi simbol semangat kolektif, budaya kerja, sekaligus komitmen moral seluruh personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk terus menjaga profesionalisme, memperkuat soliditas internal, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Sebab, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bukan hanya tempat bertugas, tetapi rumah pengabdian yang harus dijaga bersama. Menjaga marwah institusi berarti menjaga kehormatan diri, menjaga kepercayaan masyarakat, serta merawat amanah yang telah diberikan negara kepada setiap insan Bhayangkara.
(Mam)

