Mabestv.Newsz.id, SAMPANG — Dugaan hubungan tidak pantas berujung pada pengamanan kepolisian di Kabupaten Sampang. Seorang dokter berinisial B yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Robatal diamankan oleh pihak kepolisian setelah dilaporkan oleh suami seorang bidan yang bekerja di tempat yang sama.
Kasus ini bermula ketika Firman, suami bidan berinisial AI, menemukan sejumlah percakapan antara istrinya dengan dokter B yang dinilai tidak lagi mencerminkan hubungan profesional atasan dan bawahan. Penemuan tersebut ia temukan sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu (7/10/2026).
“Saya menemukan chat mereka, ada kata-kata yang menurut saya sudah tidak pantas,” ungkap Firman.
Kecurigaan tersebut mendorong Firman mendatangi Puskesmas Robatal sekitar pukul 12.00 WIB pada hari yang sama, didampingi oleh Babinsa setempat. Saat tiba di lokasi, AI terlihat keluar dari ruangan dokter. Tak lama kemudian, dokter B juga dibawa keluar oleh Babinsa, dan selanjutnya petugas Polsek melakukan pengamanan terhadap dokter B untuk dibawa ke Polres Sampang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Firman menjelaskan bahwa dugaan hubungan ini bukanlah hal baru. Ia mengaku pertama kali mengetahui adanya kedekatan tersebut sejak April 2026, dan saat itu telah dibuat kesepakatan agar hubungan tersebut tidak diulangi.
“Bulan April sudah pernah saya ketahui, sudah ada perjanjian supaya tidak diulangi lagi,” ujar Firman.
Namun pada 7 Oktober 2026, ia kembali menemukan komunikasi yang menurutnya mencurigakan. Karena sebelumnya sudah ada kesepakatan yang dilanggar, Firman akhirnya memutuskan untuk melaporkan persoalan ini secara resmi ke pihak berwenang. Ia juga menuding telah terjadi hubungan layaknya suami istri antara keduanya, dan menyerahkan seluruh bukti yang dimilikinya kepada kepolisian.
“Saya serahkan semuanya kepada polisi. Saya punya bukti chat dan saya ingin persoalan ini diproses sesuai hukum,” tegas Firman.
Pasca kejadian tersebut, AI kini menjalani pemeriksaan medis dan visum di rumah sakit, sementara dokter B masih berada di Polres Sampang untuk menjalani proses pemeriksaan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak dokter B maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang terkait dugaan tersebut.(IMM/MLDN)
