Mabestvnews, Jakarta : Mencuatnya polemik dugaan praktik demo bayaran di berbagai daerah menjadi perhatian serius sejumlah kalangan. Fenomena yang ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial tersebut dinilai dapat mengancam kualitas demokrasi apabila benar terjadi dan melibatkan mobilisasi massa yang tidak berangkat dari aspirasi rakyat secara murni. Menanggapi kondisi tersebut, akademisi dan pengamat kebijakan publik Dr. Iswadi mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga akal sehat demokrasi, memperkuat persatuan nasional, serta memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan nasional.
Menurut Dr. Iswadi, demokrasi Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang yang menempatkan kebebasan berpendapat sebagai salah satu pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, hak untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi harus tetap dihormati dan dijaga. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak boleh disalahgunakan oleh pihak pihak tertentu yang memiliki agenda di luar kepentingan rakyat.
Demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sah dan dijamin oleh konstitusi. Akan tetapi, apabila aksi yang dilakukan lebih didorong oleh imbalan finansial atau kepentingan tertentu daripada perjuangan aspirasi masyarakat, maka hal tersebut dapat mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri. Demokrasi tidak boleh diperjualbelikan dan tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan sesaat, tegas Dr. Iswadi.
Ia menilai bahwa polemik demo bayaran harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk melakukan introspeksi bersama mengenai kualitas partisipasi politik di Indonesia. Menurutnya, demokrasi yang sehat harus dibangun di atas kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab warga negara, bukan atas dasar transaksi atau mobilisasi yang berorientasi pada keuntungan tertentu.
Meski demikian, Dr. Iswadi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Setiap dugaan terkait praktik demo bayaran harus dibuktikan melalui fakta, data, dan proses yang objektif. Ia meminta aparat yang berwenang untuk menindaklanjuti setiap informasi secara profesional sehingga tidak menimbulkan fitnah maupun kegaduhan yang berkepanjangan.
Kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Jangan sampai opini berkembang lebih cepat daripada fakta. Semua pihak harus mengedepankan sikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum memiliki dasar yang kuat, ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi menegaskan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan stabilitas politik yang kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global. Ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya persaingan investasi internasional, serta dinamika geopolitik global membutuhkan respons yang solid dari seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, energi bangsa seharusnya difokuskan untuk mendukung agenda pembangunan, memperkuat ekonomi nasional, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta mempercepat berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam situasi seperti sekarang, bangsa Indonesia membutuhkan persatuan dan optimisme. Kita tidak boleh terjebak dalam konflik yang berkepanjangan. Yang diperlukan adalah kerja sama, kolaborasi, dan dukungan terhadap berbagai upaya pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah,kata Dr. Iswadi.
Ia juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memperoleh mandat melalui proses demokrasi yang sah dan konstitusional. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu menghormati hasil demokrasi tersebut dengan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja dan merealisasikan program program yang telah dijanjikan kepada rakyat.
Dr. Iswadi menilai bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya bergantung pada kebijakan yang dibuat oleh negara, tetapi juga pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari mahasiswa, akademisi, tokoh agama, organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk bersama-sama mengawal pembangunan secara positif dan konstruktif.
Memberikan dukungan kepada pemerintah bukan berarti menghilangkan fungsi kritik. Kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, tetapi kritik harus disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi. Kritik yang membangun akan memperkuat pemerintahan, sedangkan provokasi yang tidak bertanggung jawab hanya akan memperlemah persatuan bangsa, jelasnya.
Dalam pandangan Dr. Iswadi, Indonesia memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai tantangan politik. Dari pengalaman tersebut, bangsa Indonesia selalu mampu bangkit karena menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan politik tidak dijadikan alasan untuk memecah belah masyarakat.
Kontestasi politik telah selesai. Kini saatnya seluruh komponen bangsa bergandengan tangan membangun Indonesia. Kepentingan nasional harus berada di atas kepentingan kelompok maupun golongan. Jangan biarkan isu-isu yang belum jelas kebenarannya mengganggu semangat persatuan yang selama ini menjadi fondasi bangsa, ujarnya.
Menutup pernyataannya, Dr. Iswadi kembali menyerukan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan nasional serta terus mendukung jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan.
Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas segala-galanya. Mari kita kawal demokrasi dengan cara yang bermartabat, menjaga stabilitas nasional, dan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga menuntaskan amanah rakyat. Dengan kebersamaan, Indonesia akan semakin maju, semakin kuat, dan semakin disegani di dunia internasional, pungkas Dr. Iswadi.##