Mabestvnews, Jakarta : Gagasan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri (PTN) yang pernah disuarakan Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd., kembali mendapat perhatian di tengah menguatnya agenda pendidikan nasional. Pemikiran tersebut semakin relevan setelah pemerintah membahas rencana perluasan akses pendidikan tinggi dan program kuliah gratis di PTN.
Gagasan Dr. Iswadi mengenai pendidikan gratis hingga PTN sebelumnya dituangkan dalam tulisan yang membahas pentingnya pendidikan sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Bagi Dr. Iswadi, pendidikan bukan sekadar persoalan biaya, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas manusia Indonesia.
Pemikiran tersebut kemudian semakin lengkap melalui buku Gagasan Pendidikan: Membangun Peradaban Berintegritas. Dalam buku tersebut, Dr. Iswadi menempatkan pendidikan sebagai proses untuk memanusiakan manusia dan membangun peradaban yang berintegritas.
Menurut Dr. Iswadi, pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan pengetahuan, memperoleh nilai, atau mendapatkan ijazah. Pendidikan merupakan proses membantu manusia mengenal dirinya, memahami kehidupan, menghargai sesama, membangun integritas, serta menemukan makna dari proses yang dijalaninya.
Pendidikan yang memanusiakan akan melahirkan peradaban yang memuliakan, menjadi salah satu benang merah pemikiran Dr. Iswadi mengenai pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Gagasan Dr. Iswadi Mendapat Perhatian KOPINUS
Gagasan tersebut juga mendapat perhatian dari Korps Pasgibra Nusantara (KOPINUS) Wakil Ketua Umum KOPINUS, Iwa Kustiwa, saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (17/8/2026), menyebut Dr. Iswadi memiliki rekam jejak yang relevan dengan agenda besar pemerintah.
Sebagai akademisi dengan rumpun Manajemen Pendidikan, gagasan Dr. Iswadi tentang sumber daya manusia sangat relevan dengan agenda pembangunan pemerintah, khususnya dalam memperkuat kualitas SDM melalui pendidikan,ujar Iwa Kustiwa.
Menurut Iwa, pemikiran Dr. Iswadi tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dalam konteks akademik, tetapi juga menyentuh persoalan pembangunan manusia secara lebih luas.
Gagasan pendidikan gratis hingga PTN, menurut Iwa, merupakan bagian dari diskursus penting mengenai pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas SDM.
Ia juga menilai gagasan Dr. Iswadi mengenai pendidikan yang memanusiakan manusia dan membangun peradaban berintegritas memiliki relevansi dengan tantangan Indonesia di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan persaingan global.
Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang memiliki pengetahuan. Kita membutuhkan SDM yang memiliki integritas, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Di titik itu, gagasan Dr. Iswadi menjadi menarik untuk terus didiskusikan, katanya.
Iwa menambahkan, pendidikan gratis hingga PTN perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni memperluas akses sekaligus memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.
Yang penting bukan hanya bagaimana pendidikan menjadi lebih terjangkau, tetapi bagaimana kebijakan tersebut benar benar menghasilkan SDM yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa, ujar Iwa.
Pendidikan sebagai Investasi Peradaban
Bagi Dr. Iswadi, pendidikan gratis tidak boleh dipahami hanya sebagai kebijakan menghilangkan biaya kuliah. Pendidikan harus berjalan beriringan dengan kualitas, pemerataan, relevansi, integritas, dan peningkatan mutu sumber daya manusia.
Pemikiran tersebut juga berkaitan dengan berbagai persoalan pembangunan yang menjadi perhatiannya, mulai dari penguatan SDM, riset terapan, penanganan stunting, hingga kebutuhan dasar masyarakat seperti akses air bersih di Sabang, Aceh.
Menurutnya, pembangunan manusia tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar. Pendidikan, kesehatan, air bersih, infrastruktur, dan penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian yang saling berkaitan dalam meningkatkan kualitas kehidupan.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, nilai nilai seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, kepedulian, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia tetap harus menjadi fondasi pendidikan.
Ilmu tanpa integritas dapat kehilangan arah. Kecerdasan tanpa tanggung jawab dapat kehilangan makna. Kemajuan tanpa kemanusiaan dapat kehilangan tujuan, demikian salah satu pesan utama dalam pemikiran Dr. Iswadi.
Nama Dr. Iswadi dalam Aspirasi untuk Pemerintahan
Dalam perkembangan terbaru, nama Dr. Iswadi turut muncul dalam pemberitaan sebagai figur yang mendapatkan aspirasi untuk dipertimbangkan dalam lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo. Aspirasi tersebut dikaitkan dengan rekam gagasan dan perhatian Dr. Iswadi terhadap pendidikan, pembangunan SDM, serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Namun, penyebutan nama Dr. Iswadi dalam konteks aspirasi tersebut masih berada pada ranah usulan dan pemberitaan bukan pengumuman resmi mengenai penunjukan sebagai anggota kabinet. Keputusan mengenai susunan kabinet tetap merupakan kewenangan Presiden.
Iwa Kustiwa juga menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan merupakan pandangan berdasarkan rekam gagasan dan perhatian terhadap persoalan pembangunan.
Kami menyampaikan aspirasi dan pandangan berdasarkan rekam gagasan yang kami lihat. Mengenai keputusan akhirnya, tentu menjadi kewenangan Presiden, kata Iwa.
Sementara itu, Dr. Iswadi berpandangan bahwa kontribusi kepada bangsa tidak semata mata diukur dari jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu pengetahuan, pengalaman, dan gagasan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jangan pernah bosan menyuarakan gagasan yang diyakini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebuah gagasan mungkin tidak langsung mendapatkan perhatian, tetapi ketika waktunya tiba, gagasan tersebut dapat menjadi bagian dari pembahasan kebijakan, ujar Dr. Iswadi.
Menurutnya, pertanyaan penting dalam pendidikan bukan hanya seberapa banyak pengetahuan yang diberikan, tetapi juga manusia seperti apa yang sedang dibentuk dan peradaban seperti apa yang ingin diwariskan
Karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang cerdas sekaligus berkarakter, maju sekaligus berintegritas, serta mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.
Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar tentang sekolah, kampus, kurikulum, ataupun ijazah. Pendidikan adalah tentang manusia dan masa depan bangsa.
Tentang Dr. Iswadi
Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd. merupakan akademisi, dosen, dan pemerhati pendidikan yang memiliki perhatian pada bidang pendidikan, kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, riset, serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Pemikirannya antara lain dituangkan dalam buku Gagasan Pendidikan: Membangun Peradaban Berintegritas, yang menempatkan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia sekaligus membangun peradaban yang berintegritas.##

