Mabestv.Newsz.id, MALANG JATIM — Dunia hiburan Tanah Air berduka. Pelawak senior H. Topan Sugianto bin Doel Ghani, yang dikenal luas melalui duet legendaris Topan-Leysus dan program ikonik Ketoprak Humor, meninggal dunia di Malang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026) pukul 12.00 WIB. Almarhum berusia 71 tahun.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi keberadaannya, dengan rumah duka berlokasi di Griya Ketapang Permai Blok G1, Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Hingga saat ini, belum diperoleh keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya pelawak yang identik dengan karakter Jawa Timuran tersebut.
Jejak Karier dan Warisan Humor
Topan lahir pada 12 April 1955 dan mulai dikenal publik setelah mengikuti jejak adiknya, Sugeng Winarso atau Leysus, masuk dunia lawak sekitar tahun 1992. Keduanya kemudian menjadi salah satu duet kakak-adik paling khas dan dicintai penonton Indonesia. Puncak popularitas mereka datang ketika bergabung dalam Ketoprak Humor di RCTI sejak 1998, bersama deretan pelawak senior seperti Timbul, Tarzan, Tessy, Nunung, Doyok, dan Mamik.
Ketoprak Humor bukan sekadar tontonan komedi — program itu menggabungkan cerita tradisional, legenda, tata panggung, dan improvisasi spontan, bahkan meraih Panasonic Awards sebagai program kesenian tradisional populer selama tiga tahun berturut-turut.
Chemistry Topan dan Leysus menjadi kekuatan utama: Topan tampil tenang dan serius, sementara Leysus memainkan keluguan dan spontanitas — perpaduan yang membuat duet ini tak terlupakan. Ketika Leysus wafat pada Januari 2006, Topan kehilangan bukan hanya adik, melainkan partner yang membangun karier bersamanya puluhan tahun.
Kembali ke Malang, Tetap Berbakti
Setelah era Ketoprak Humor, Topan tampil dalam sejumlah program seperti Ronda, Pansus, dan Toples Show, serta bersinggungan dengan keluarga besar Srimulat. Ketika intensitas tampil di televisi berkurang, ia kembali ke Malang dan tetap aktif di ruang publik — termasuk terlibat dalam kepengurusan sepak bola Porprov Kabupaten Malang dan Arema, serta kegiatan sosial-keagamaan. Pada 2021, ia tampil bersama KH Imam Chambali dalam rangkaian Haul ke-12 Gus Dur.
Kini, dua puluh tahun setelah kepergian Leysus, Topan menyusul sang adik. Dunia lawak Indonesia kehilangan satu pelawak yang ikut membawa humor tradisional Jawa menembus ruang keluarga di seluruh Nusantara melalui layar kaca.
“Selamat jalan, Abah Topan. Terima kasih atas tawa dan kehangatan yang engkau berikan untuk Indonesia.”(iman)

