Mabestvnews, Jakarta : Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Pendidikan adalah jalan panjang untuk membentuk karakter, membuka kesempatan, serta mempersiapkan generasi agar mampu menghadapi perubahan zaman. Pandangan inilah yang menjadi salah satu alasan Dr. Iswadi, M.Pd. memilih untuk mengabdikan sebagian besar energi, pemikiran, dan waktunya bagi dunia pendidikan.
Bagi Dr. Iswadi, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat. Seorang pendidik mungkin tidak langsung menyaksikan seluruh hasil dari perjuangannya, tetapi ilmu, nilai, dan keteladanan yang diberikan kepada peserta didik dapat terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi saya, pendidikan bukan hanya pekerjaan. Pendidikan adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dan cara untuk ikut mempersiapkan masa depan bangsa, demikian prinsip yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Dr. Iswadi melihat bahwa tantangan pendidikan terus berubah. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, tuntutan dunia kerja, serta munculnya berbagai persoalan baru membuat lembaga pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Peserta didik juga membutuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi.
Karena itu, menurutnya, dunia pendidikan membutuhkan orang orang yang tidak hanya mampu berbicara mengenai teori, tetapi juga bersedia turun langsung, mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat pendidikan, dan ikut mencari solusi.
Semangat tersebut yang kemudian mendorong Dr. Iswadi untuk terus terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan. Baginya, pengabdian tidak harus selalu diwujudkan melalui ruang kelas. Menulis, berdiskusi, memberikan gagasan, melakukan penelitian, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan juga merupakan bagian dari kontribusi yang dapat diberikan.
Ia percaya bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan kolaborasi. Guru, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan peserta didik memiliki peran masing masing. Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendirian untuk menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan.
Kalau kita ingin melihat pendidikan berkembang, maka yang harus dibangun bukan hanya institusinya, tetapi juga manusianya. Guru harus terus belajar, peserta didik harus diberi ruang untuk berkembang, dan masyarakat harus ikut memberikan dukungan, ujarnya.
Salah satu perhatian Dr. Iswadi adalah pentingnya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada generasi muda. Ia memandang bahwa latar belakang ekonomi, geografis, maupun sosial semestinya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan kesempatan belajar dan mengembangkan potensinya.
Menurutnya, masih banyak anak muda yang memiliki potensi besar tetapi membutuhkan dukungan, pendampingan, dan lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang. Karena itu, pendidikan harus hadir sebagai ruang yang memberikan harapan, bukan justru menciptakan batasan.
Pengabdian di bidang pendidikan juga membuat Dr. Iswadi terus mendorong pentingnya budaya membaca, menulis, berpikir, dan berdiskusi. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan untuk memilah informasi dan membangun cara berpikir yang sehat menjadi semakin penting.
Ia meyakini bahwa pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan seseorang yang memiliki ijazah, tetapi juga manusia yang memiliki tanggung jawab sosial, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Bagi Dr. Iswadi, keberhasilan seorang pendidik tidak semata mata diukur dari berapa banyak penghargaan yang diterima atau berapa tinggi jabatan yang dicapai. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana ilmu dan pengabdiannya memberikan manfaat bagi orang lain.
Karena itu, ia memilih menggunakan pengalaman dan pengetahuannya untuk terus berkontribusi. Ia menyadari bahwa perjalanan pendidikan merupakan proses yang panjang dan tidak selalu mudah. Akan tetapi, tantangan tersebut justru menjadi alasan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Selama masih ada yang bisa saya berikan untuk pendidikan, saya ingin terus memberikan kontribusi. Tidak harus besar. Yang penting bermanfaat dan bisa membantu orang lain, menjadi semangat yang menggambarkan komitmennya.
Pengabdian Dr. Iswadi kepada dunia pendidikan pada akhirnya bukan sekadar tentang profesi, tetapi tentang keyakinan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari proses pendidikan yang dilakukan secara konsisten.
Ia berharap semakin banyak pihak yang memandang pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Sebab, masa depan sebuah bangsa sangat berkaitan dengan kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini.
Dengan semangat tersebut, Dr. Iswadi, M.Pd. ingin terus menempatkan pendidikan sebagai ruang pengabdian. Baginya, memberikan ilmu, membuka kesempatan, menumbuhkan harapan, dan membantu generasi muda menemukan potensi terbaiknya merupakan bentuk kontribusi yang nilainya jauh melampaui kepentingan pribadi.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, komitmen terhadap pendidikan menjadi semakin penting. Dan bagi Dr. Iswadi, perjalanan pengabdian tersebut masih panjang. Selama ilmu masih dapat dibagikan dan selama masih ada generasi yang membutuhkan pendampingan, ia memilih untuk terus hadir dan berkontribusi bagi dunia pendidikan.##

