Di tengah upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, inovasi budidaya ikan di Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan. Terutama di wilayah Gempol, Kapolsek Gempol Kompol Indro Susetiyo melakukan pengecekan langsung terhadap kolam budi daya ikan lele di Dusun Winong, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (22/4/2025). Kegiatan ini menunjukkan komitmen polisi dalam mendukung program pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara aparat kepolisian dengan masyarakat desa, khususnya kelompok tani (Gapoktan), dalam memperkuat sektor perikanan sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan. “Kami ingin membangun semangat kolaborasi antara petani dan kepolisian. Ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” ujar Kompol Indro Susetiyo saat berdialog dengan para petani.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama Kepala Desa Winong, Amiril, serta jajaran perangkat desa dan tiga pilar (Polri, TNI, dan Pemerintah Desa), meninjau langsung kolam ikan lele milik warga dan turut memberi pakan ikan secara simbolis. Usai pengecekan, acara dilanjutkan dengan sesi cangkruan atau bincang santai bersama para petani. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat, tetapi juga menjadi ajang saling berbagi pengalaman dan ilmu tentang pengelolaan usaha perikanan.
Kompol Indro Susetiyo juga menyampaikan bahwa Kementerian akan berupaya menekan harga bibit ikan agar lebih terjangkau. “Kami harap ini bisa meringankan beban para petani dan mendorong mereka untuk terus semangat dalam mengembangkan usaha perikanan,” tambahnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani ikan di daerah tersebut.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Iriawan memberikan apresiasi atas inisiatif jajarannya. “Langkah Polsek Gempol ini sejalan dengan visi Polri Presisi. Kehadiran polisi harus bisa memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam program-program strategis seperti ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain itu, Kabupaten Pasuruan juga telah meraih Anugerah Program Ekonomi Terpuji dalam detikJatim Awards 2024, khususnya untuk kategori Akselerator Ketahanan Pangan. Penghargaan diserahkan langsung kepada Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, di Surabaya, Senin (25/11). Prestasi ini diraih berkat keberhasilan Kabupaten Pasuruan dalam mendorong inovasi dan memperkuat ketahanan pangan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Salah satu inovasi unggulan di bidang perikanan adalah program “BULEK PRAS” (Budidaya Lele Keluarga Pra Sejahtera) dan inovasi “Mobile Gerai Niku Ikan MAS” (Klinik Usaha Perikanan Maslahat). Program ini terus digalakkan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Pj Bupati Nurkholis mengapresiasi seluruh masyarakat Pasuruan atas kontribusinya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat. “Penghargaan ini milik masyarakat Pasuruan,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan terus berinovasi untuk meningkatkan ketahanan pangan, terutama melalui program makan siang bergizi dan diversifikasi pangan non-beras.
Inovasi budidaya ikan di Polsek Pasuruan tidak hanya membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi contoh nyata kerja sama antara aparat dan rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, keberlanjutan ketahanan pangan di Kabupaten Pasuruan terus diperkuat.