
Mabestvnews, JAKARTA:Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan pesatnya transformasi teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Teknologi tidak hanya memengaruhi dunia pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga membentuk pola komunikasi, interaksi sosial, pengasuhan keluarga, hingga cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Menghadapi perubahan tersebut, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap tantangan tersebut, Universitas Esa Unggul, Universitas Bung Karno, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kusuma Negara bersama Kelurahan Sukabumi Utara berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program berdampak bertema Kelurahan Melek AI dan Sehat Digital: Bijak Bermedia, Aman Berkeluarga.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Kantor Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta. Program tersebut menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan dalam memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan melalui kegiatan akademik dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan inovasi dan solusi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Perkuat Sinergi Empat Perguruan Tinggi dan Pemerintah Kelurahan
Dalam kegiatan tersebut, sambutan disampaikan oleh Dr. Ayu Larasati, S.Sos., M.I.Kom., selaku Kepala Biro Kerjasama Universitas Esa Unggul, serta Ali Syahidin, S.Ag., selaku Lurah Sukabumi Utara.
Kehadiran unsur perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan mencerminkan pentingnya kemitraan strategis dalam membangun masyarakat yang cerdas, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan ini menghadirkan 13 akademisi dari empat perguruan tinggi dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Keterlibatan para akademisi tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam memperluas perspektif literasi AI, komunikasi digital, pendidikan, teknologi informasi, desain kreatif, serta kesehatan digital keluarga.
Dari Universitas Esa Unggul, akademisi yang terlibat meliputi Dr. Ayu Larasati, S.Sos., M.I.Kom., dosen Fakultas Ilmu Komunikasi; Anton Bahtiar Rifa’i, S.Pd., M.I.Kom., dosen Fakultas Ilmu Komunikasi; Dr. Iswadi, M.Pd., dosen Magister Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Muhamad Hadi Arfian, S.Kom., M.M., dosen Fakultas Ilmu Komputer, Program Studi Teknik Informatika; Oskar Judianto, S.Sn., M.M., M.Ds., dosen Fakultas Desain dan Industri Kreatif; Jesita Sani, S.Ds., M.Ds., dosen Fakultas Desain dan Industri Kreatif; serta Dr. Bahar, S.Pd., M.Hum., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Dari Universitas Bung Karno, akademisi yang berkontribusi adalah Salomon A.M. Babys, S.IP., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Galuh Sukmaranti, S.I.Kom., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; serta Faisyal, S.IP., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bidang Ilmu Komunikasi.
Dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta hadir Fauziah, S.Sos., M.I.Kom., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Ilmu Sosial.
Sementara itu, dari STKIP Kusuma Negara, akademisi yang terlibat adalah Dr. Vera Yulia Harmayanthi, M.Pd., dan Nurhasanah, M.A., yang keduanya merupakan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Keterlibatan akademisi dari berbagai disiplin ilmu menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup aspek komunikasi, pendidikan, keamanan informasi, etika, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.
Dr. Iswadi Angkat Pemanfaatan AI sebagai Alat Bantu Pembelajaran
Salah satu akademisi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr. Iswadi, M.Pd., dosen Magister Pendidikan Dasar Universitas Esa Unggul Jakarta. Keterlibatannya memperkuat perspektif pendidikan, khususnya mengenai pemanfaatan AI sebagai alat bantu pembelajaran dan pentingnya membangun literasi digital dalam lingkungan keluarga.
Dari perspektif pendidikan, AI perlu disikapi secara proporsional. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendukung proses pembelajaran, memperluas akses informasi, meningkatkan kreativitas, serta membantu masyarakat menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih efektif. Namun, pemanfaatannya harus disertai kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan kesadaran etis.
Dalam dunia pendidikan, AI seharusnya menjadi instrumen pendukung yang memperkaya pengalaman belajar, bukan menggantikan peran guru maupun proses berpikir mandiri peserta didik. Teknologi perlu diarahkan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Tantangan utama bukan sekadar memperkenalkan teknologi kepada peserta didik, melainkan memastikan mereka memiliki kecakapan untuk menggunakannya secara tepat. Peserta didik perlu dibimbing agar mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, memeriksa sumber informasi, serta memahami bahwa jawaban yang dihasilkan AI tidak selalu akurat.
Literasi AI harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, integritas akademik, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis. Kemudahan memperoleh informasi tidak boleh membuat peserta didik kehilangan kebiasaan membaca, menganalisis, bertanya, dan membangun pemahaman secara mandiri.
Keluarga Menjadi Benteng Utama Kesehatan Digital
Selain pendidikan, perhatian penting dalam program ini adalah membangun keluarga yang sehat di era digital. Penggunaan gawai dan media sosial yang tidak terkendali dapat memengaruhi pola komunikasi antaranggota keluarga, mengurangi interaksi langsung, serta meningkatkan risiko paparan informasi negatif.
Orang tua memiliki peran strategis dalam mendampingi anak ketika beraktivitas di ruang digital. Pendampingan tersebut meliputi pengaturan waktu penggunaan gawai, perlindungan data pribadi, pengenalan bahaya perundungan siber, pencegahan penyebaran hoaks, serta pembiasaan berkomunikasi secara santun di media sosial.
Keluarga juga perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman dan nyaman menceritakan pengalaman mereka di dunia digital. Pendekatan edukatif dan dialogis penting agar anak memahami alasan di balik setiap aturan penggunaan teknologi, bukan sekadar menerima larangan.
Kesehatan digital bukan berarti menjauhkan keluarga dari perkembangan teknologi. Sebaliknya, kesehatan digital merupakan kemampuan membangun keseimbangan antara pemanfaatan teknologi, kesehatan fisik dan psikologis, interaksi sosial, serta tanggung jawab setiap anggota keluarga.
Dengan demikian, keluarga diharapkan menjadi lingkungan pertama yang menanamkan kebiasaan bermedia secara sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Mendorong Masyarakat Melek AI dan Bijak Bermedia
Program Kelurahan Melek AI dan Sehat Digital diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi awal terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat untuk membangun budaya digital yang sehat.
Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan AI dan teknologi digital untuk mendukung pendidikan, pengembangan usaha, komunikasi, kreativitas, serta peningkatan kualitas kehidupan sehari hari. Pada saat yang sama, masyarakat harus memiliki kemampuan mengenali informasi menyesatkan, menjaga keamanan data pribadi, dan menghindari penyebaran konten yang belum terverifikasi.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa kelurahan dapat menjadi ruang strategis dalam membangun transformasi digital yang inklusif. Pemerintah kelurahan tidak hanya berperan dalam pelayanan administrasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak edukasi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Melalui kolaborasi empat perguruan tinggi tersebut, diharapkan terbangun hubungan berkelanjutan antara dunia akademik dan masyarakat. Pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi perlu diterjemahkan menjadi solusi praktis sesuai kebutuhan lingkungan setempat.
Kegiatan ini dipandu oleh Hanifah Dita Utami sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony (MC). Kehadiran para akademisi dan unsur pemerintah kelurahan diharapkan menjadikan kegiatan tersebut sebagai forum edukasi, pertukaran gagasan, sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas digital.
Pada akhirnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai kemanusiaan, etika, pendidikan, dan ketahanan keluarga. Masyarakat tidak cukup hanya mampu mengakses teknologi, tetapi juga harus memiliki kebijaksanaan dalam menggunakannya.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Esa Unggul, Universitas Bung Karno, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, STKIP Kusuma Negara, dan Kelurahan Sukabumi Utara menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan manfaat nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
Semangat yang dibangun adalah menjadikan teknologi sebagai sarana pemberdayaan, bukan sumber persoalan. Dengan literasi AI yang memadai, kebiasaan bermedia yang bijak, serta komitmen menjaga kesehatan digital keluarga, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus mampu memanfaatkan peluang teknologi untuk kehidupan yang lebih baik.##







