Mabestv.Newsz.id, SUMENEP – Unggahan desain bertajuk “Polantas Karib” yang dipublikasikan melalui media sosial menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Bukan karena konsep kreatifnya, melainkan karena visual “Labeng Mesem”, ikon sekaligus pintu masuk utama Keraton Sumenep, dinilai berubah jauh dari bentuk aslinya akibat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam desain tersebut, Labeng Mesem digambarkan dengan bentuk yang tidak menyerupai ikon budaya Kabupaten Sumenep. Sejumlah elemen arsitektur tampak berubah, bahkan menyerupai bangunan fantasi, sehingga memicu kritik dari masyarakat yang menilai visual tersebut tidak mencerminkan nilai sejarah maupun budaya daerah.
“Labeng Mesem sendiri bukan sekadar gerbang biasa. Bangunan bersejarah itu merupakan salah satu ikon Kabupaten Sumenep yang memiliki nilai filosofis dan menjadi pintu masuk sakral menuju kompleks Keraton Sumenep,” ucap Adi, warga Bangselok, Kamis (30/7/2026).
Adi menyayangkan minimnya ketelitian dalam pembuatan desain tersebut. Mereka menilai penggunaan AI seharusnya tetap disertai proses penyuntingan dan verifikasi agar hasil akhirnya sesuai dengan bentuk asli objek yang ditampilkan.
“Kalau mengangkat ikon budaya daerah, seharusnya dicek lagi sebelum dipublikasikan. AI memang membantu, tetapi hasilnya tetap harus dikoreksi oleh pembuat desain, jangan malu-maluin Polresta Sumenep,” pungkasnya.
Kritik lain juga muncul dari Bagas, warga Batuan. Ia menilai niat memperkenalkan ikon Sumenep justru berbalik menjadi bahan candaan di media sosial karena hasil visual yang dianggap kurang akurat.
“Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan teknologi AI dalam pembuatan materi publikasi memiliki banyak manfaat, namun tetap membutuhkan sentuhan manusia agar tidak menimbulkan kesalahan, terlebih ketika menyangkut simbol budaya dan warisan sejarah daerah,” tuturnya.
Bagas berharap ke depan setiap konten yang menampilkan ikon-ikon Kabupaten Sumenep dapat melalui proses pengecekan yang lebih teliti sehingga selain menarik secara visual, juga tetap menghormati nilai sejarah dan budaya yang melekat pada ikon tersebut.
“Jangan sembarangan apalagi menyangkut ikon sakralnya Sumenep, sepele tapi bikin malu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, detakkota.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Polresta Sumenep terkait unggahan desain bertajuk “Polantas Karib” yang mengubah bentuk Labeng Mesem.(imm)