
Mabestv.Newsz.id, Sumatra Selatan – Dalam momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Budi Rizkiyanto mengajak umat Islam menjadikan peringatan hijrah sebagai refleksi untuk memperkuat kecintaan kepada bangsa dan negara, tanpa kehilangan keberanian menyuarakan kebenaran.
“Saya, Budi Rizkiyanto, mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Momentum hijrah ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perubahan ke arah yang lebih baik membutuhkan keberanian, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Menurut Budi, mencintai tanah air merupakan bagian dari nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Islam. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Kota Makkah hingga meneteskan air mata saat harus berhijrah meninggalkan tanah kelahirannya.
“Cinta tanah air itu penting. Nabi Muhammad SAW saja begitu mencintai Makkah sampai menangis ketika hijrah. Namun, cinta kepada negeri tidak boleh membuat kita buta terhadap luka bangsanya sendiri,” tegasnya.
Ia menilai bahwa sikap diam terhadap ketidakadilan, penyimpangan, maupun kezaliman yang terjadi di tengah masyarakat bukanlah cerminan akhlak seorang Muslim yang baik. Sebaliknya, umat Islam harus berani menyampaikan kritik yang konstruktif demi perbaikan bangsa.
“Menjaga persatuan bukan berarti membiarkan kezaliman. Kritik yang jujur dan bertanggung jawab adalah bentuk kepedulian terhadap NKRI. Diam terhadap ketidakadilan bukanlah akhlak seorang Muslim,” lanjutnya.
Budi berharap Tahun Baru Islam 1448 H menjadi momentum hijrah menuju masyarakat yang lebih adil, berintegritas, dan berani menegakkan kebenaran demi kemajuan Indonesia.
“Semoga semangat hijrah mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, serta menjaga negeri ini dengan keberanian menyuarakan kebenaran dan menolak segala bentuk kezaliman,” pungkasnya.(Mam/Bd)







