
Mabestvnews, Jakarta : Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Aceh. Putra terbaik asal Gampong Meunasah Mesjid, Laweung, Kabupaten Pidie, Dr. Muhammad Nasril, resmi meraih gelar doktor dalam bidang Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta setelah dinyatakan lulus pada ujian terbuka promosi doktor, Rabu (13/5/2026).
Prestasi tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk dari tokoh pendidikan nasional asal Aceh, Dr. Iswadi, M.Pd. yang juga berasal dari Gampong Meunasah Mesjid, Laweung, mengaku bangga atas capaian yang diraih Muhammad Nasril, yang juga merupakan tetangganya semasa kecil.
Sebagai abang sekaligus senior sesama putra kelahiran Gampong Meunasah Mesjid, saya merasa sangat bangga atas keberhasilan adik kami Muhammad Nasril meraih gelar doktor. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat kampung halaman,ujar Dr. Iswadi kepada media.
Menurutnya, keberhasilan Muhammad Nasril merupakan buah dari ketekunan, kerja keras, dan sikap rendah hati yang telah terlihat sejak kecil. Ia mengenang sosok Nasril sebagai pribadi yang rajin belajar, santun, dan mudah bergaul dengan siapa saja.
Saya mengenal Nasril sejak kecil. Dia anak yang tekun belajar dan sangat menghormati orang lain. Walaupun kedua orang tuanya berstatus guru ASN, Nasril tetap tumbuh menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan bersahaja, kenang Dr. Iswadi.
Ia menambahkan, karakter rendah hati menjadi salah satu kekuatan terbesar Muhammad Nasril hingga mampu mencapai jenjang akademik tertinggi.
Nasril kecil tidak pernah menunjukkan sikap sombong. Dia tetap bergaul seperti anak-anak kampung lainnya. Justru kesederhanaannya membuat banyak orang menyukainya sejak dulu, tambahnya.
Dr. Iswadi berharap keberhasilan Muhammad Nasril dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh, khususnya anak-anak di Kabupaten Pidie, agar terus semangat menuntut ilmu dan berani bermimpi besar.
Anak anak kampung harus percaya bahwa mereka juga bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Muhammad Nasril telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, doa orang tua, dan semangat belajar, anak desa pun mampu meraih gelar doktor di perguruan tinggi ternama, ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi menilai prestasi tersebut menunjukkan bahwa budaya pendidikan di Aceh masih terus hidup dan berkembang. Ia berharap semakin banyak putra putri Aceh yang melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi dan kembali memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Pendidikan adalah jalan terbaik untuk membangun peradaban. Kita berharap lahir lebih banyak doktor, profesor, dan ilmuwan dari Aceh yang nantinya membawa perubahan positif bagi daerah dan bangsa, katanya.
Muhammad Nasril diketahui merupakan ASN pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh. Dalam sidang promosi doktornya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia berhasil mempertahankan disertasi yang membahas persoalan sosial keagamaan di Aceh.
Keberhasilannya menyelesaikan studi doktoral juga menjadi kebanggaan tersendiri karena dijalani dengan penuh disiplin dan dedikasi tinggi. Menurut Dr. Iswadi, sikap disiplin tersebut diwarisi dari kedua orang tuanya yang merupakan mantan guru dan kepala sekolah.
Beliau mewarisi kedisiplinan dari kedua orang tuanya yang telah lama mengabdi di dunia pendidikan. Bahkan setelah pensiun sebagai ASN, orang tuanya masih dipercaya memimpin salah satu sekolah swasta di Kecamatan Muara Tiga, ujar Dr. Iswadi.
Bagi masyarakat Gampong Meunasah Mesjid, pencapaian Muhammad Nasril menjadi bukti bahwa lingkungan desa juga mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang dapat bersaing di dunia akademik nasional.
Dr. Iswadi berharap Muhammad Nasril dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, keagamaan, serta pembangunan masyarakat Aceh ke depan.
Kami percaya Dr. Muhammad Nasril akan terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat. Gelar doktor ini semoga menjadi awal dari pengabdian yang lebih besar untuk Aceh dan Indonesia, tutup Dr. Iswadi.
Prestasi yang diraih Muhammad Nasril menjadi pengingat bahwa keberhasilan besar sering kali lahir dari kesederhanaan, ketekunan, dan nilai-nilai kehidupan yang kuat sejak kecil. Dari sebuah gampong di Laweung, lahirlah sosok akademisi yang kini mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.##






