Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026, akan menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, TNI dan Polri telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan yang terkoordinasi dan intensif. Dengan perayaan yang diprediksi akan ramai, aparat keamanan memastikan bahwa setiap rangkaian acara berjalan aman, nyaman, dan damai.
Polda Metro Jaya, yang bertanggung jawab atas wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, telah mengerahkan sebanyak 1.919 personel gabungan untuk mengamankan perayaan. Personel tersebut terdiri dari anggota kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada vihara dan klenteng, tetapi juga mencakup area-area strategis seperti pusat perbelanjaan, permukiman, serta jalur lalu lintas yang diprediksi ramai selama libur Imlek.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa fokus utama pengamanan adalah pada 165 lokasi vital yang menjadi tempat ibadah atau pusat keramaian etnis Tionghoa. “Kami menempatkan personel pada titik-titik rawan, mulai dari pintu masuk vihara hingga area parkir. Tujuannya ganda: memastikan keamanan fisik tempat ibadah dari ancaman kriminalitas, dan mengurai potensi kemacetan yang biasa terjadi saat jemaah memadati lokasi,” ujar perwakilan Polda Metro Jaya.
Selain itu, tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya akan melakukan sterilisasi di vihara-vihara besar sebelum perayaan dimulai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Koordinasi erat juga dilakukan dengan pengurus vihara (Yayasan) untuk mengatur arus masuk dan keluar jemaah, terutama di vihara bersejarah yang memiliki kapasitas terbatas.

Pengamanan juga melibatkan peningkatan patroli siber untuk mengantisipasi penyebaran informasi palsu (hoaks) atau provokasi yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama. Dengan adanya posko-posko keamanan terpadu di lokasi-lokasi strategis, aparat siap merespons dinamika lapangan secara cepat dan efektif.
Perayaan Imlek 2026 bukan hanya tentang ritual dan tradisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama. Dengan pengerahan ribuan personel gabungan, Polda Metro Jaya dan TNI menunjukkan keseriusan dalam menjaga kerukunan dan menjamin keamanan setiap perayaan keagamaan di ibu kota.
Diharapkan, dengan langkah-langkah pengamanan yang telah disiapkan, seluruh masyarakat Tionghoa dapat merayakan Tahun Baru Imlek dalam suasana penuh kedamaian dan toleransi. Kehadiran personel TNI dan Polri menjadi simbol kehadiran negara dalam melindungi hak beribadah warganya, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.