Mabestv.Newsz.id, Sidoarjo, Jawa Timur – Kontroversi kembali mencuat di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, seiring dengan kembalinya aktivitas perjudian sabung ayam di Dusun Wager, Desa Pepe Kwangsan. Arena yang sebelumnya sempat ditutup oleh aparat gabungan kurang dari seminggu lalu, kini kembali ramai oleh para penjudi pada Sabtu (14/2/2026).
Keberanian pengelola arena sabung ayam untuk kembali beroperasi dalam waktu singkat ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Banyak yang menduga bahwa ada kekuatan besar yang melindungi praktik ilegal ini, sehingga pengelola merasa kebal hukum.
“Kami sangat kecewa dan heran, kenapa arena ini bisa buka lagi padahal baru ditutup. Ini jelas ada yang tidak beres,” ungkap salah seorang warga Desa Pepe Kwangsan yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan. “Kami menduga kuat ada oknum yang membekingi, sehingga pengelola berani menantang hukum.”
Tidak hanya itu, masyarakat juga menyoroti kinerja Polsek Sedati yang dianggap kurang responsif dalam menindaklanjuti masalah ini. Padahal, keberadaan arena judi sabung ayam ini sudah sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban umum.
“Kami mempertanyakan, apa gunanya ada Polsek di sini kalau tidak berani menindak tegas praktik perjudian seperti ini? Jangan-jangan ada oknum yang ikut bermain,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat dengan nada geram.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kembali beroperasinya arena judi sabung ayam tersebut. Masyarakat mendesak agar Kapolresta Sidoarjo segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku perjudian serta oknum yang terlibat dalam melindungi praktik ilegal ini.
“Kami berharap Kapolresta Sidoarjo bisa memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini. Jangan biarkan praktik perjudian merajalela di wilayah kami,” pungkas salah seorang warga.
Kembalinya arena judi sabung ayam di Sedati ini menjadi ujian berat bagi aparat penegak hukum di Sidoarjo. Jika masalah ini tidak segera ditangani dengan serius, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan semakin menurun.(Tim Investigasi / i’m)